Guru Madrasah Didorong Terus Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi Digital

  • 02 Okt 2026 12:14 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Iswad Abdullah Pakaja mendorong para guru madrasah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Penguasaan teknologi sangat penting untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dorongan tersebut disampaikan Iswad saat membuka Workshop Penyusunan Multimedia Pembelajaran dengan Pemanfaatan Akun GWS pada EMIS GTK di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Kamis 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Munif Payuyu, jajaran staf Pendidikan Madrasah, Ketua Tim GTK Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Fardi Umar, panitia, serta para peserta workshop.

Dalam sambutannya, Kakankemenag mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan workshop. Ia menekankan pentingnya guru mengikuti perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan multimedia sebagai media pembelajaran.

“Seluruh guru harus mengikuti perkembangan teknologi multimedia yang terus berkembang. Maka dari itu, manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya” kata Iswad.

Iswad mengatakan, perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan metode dan media pembelajaran yang lebih menarik. Ia berharap workshop tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengembangkan kemampuan dalam penguasaan media digital.

“Dengan adanya kegiatan ini, bapak dan ibu guru diharapkan dapat menguasai media digital yang terus berkembang dan mampu mengembangkan berbagai inovasi dalam pembelajaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, inovasi media pembelajaran perlu diarahkan untuk membuat peserta didik lebih nyaman dan aktif selama mengikuti pembelajaran di kelas. Guru diharapkan mampu menciptakan media yang mendorong siswa memahami materi, berinteraksi, serta berdiskusi secara aktif.

“Harapannya, siswa betah berada di kelas, memahami materi yang disampaikan dan dapat berdiskusi dengan guru. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berlangsung secara aktif,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....