Kinerja APBN Gorontalo Tetap Solid hingga Agustus 2026

  • 02 Okt 2026 12:12 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Provinsi Gorontalo hingga 31 Agustus 2026 tetap menunjukkan kondisi yang solid, sehat, dan adaptif dalam menjaga stabilitas ekonomi serta mendukung pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, Arie Suwandani Wiwit Warastuti, dalam Press Conference APBN Lo Hulonthalo periode hingga 31 Agustus 2026.

Arie menjelaskan, sinergi seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan di Gorontalo terus diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, pelaksanaan belanja negara, pengelolaan aset, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kinerja APBN juga berjalan seiring dengan perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan sosial di Provinsi Gorontalo.

Perekonomian Gorontalo pada Triwulan II 2026 tercatat tumbuh sebesar 6,20 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, sekaligus menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Dari sisi perkembangan harga, inflasi Gorontalo pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,36 persen secara tahunan. Sementara secara bulanan, Gorontalo mengalami deflasi sebesar 0,34 persen atau month-to-month (mtm).

Arie mengatakan, perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat efektivitas sinergi kebijakan fiskal dan pengendalian ekonomi di daerah. Di sisi kesejahteraan masyarakat, tingkat kemiskinan Gorontalo pada Maret 2026 turun menjadi 12,16 persen.

Angka tersebut menjadi tingkat kemiskinan terendah yang tercatat sepanjang sejarah Provinsi Gorontalo, sekaligus menunjukkan adanya perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Gorontalo tetap terjaga pada level 3,35 persen. Perbaikan juga terlihat pada sektor primer. Pada Agustus 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat mencapai 130,20, sedangkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) berada pada angka 115,81.

Arie menilai capaian tersebut menunjukkan daya beli serta tingkat kesejahteraan petani dan nelayan masih berada pada kondisi yang baik. Kinerja APBN diharapkan terus memberikan dukungan terhadap aktivitas ekonomi produktif dan kesejahteraan masyarakat di Gorontalo. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....