Bupati Sofyan Minta Kader PMII Kritis Berbasis Data dan Santun
- 30 Sep 2026 10:44 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meminta kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gorontalo berani menyampaikan kritik kepada pemerintah atas berbagai persoalan sosial dengan tetap mengedepankan data dan kesantunan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Sofyan saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang atau PC PMII Kabupaten Gorontalo masa khidmat 2026–2027, Selasa 29 September 2026 malam.
Sofyan mengatakan, kader PMII tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga perlu memiliki kedalaman spiritual, kematangan moral dan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial. Ia juga mengajak PMII menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kualitas generasi muda.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan dapat menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan, membangun karakter dan melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kekuatan pembangunan tidak hanya terletak pada besarnya anggaran, tetapi juga pada sejauh mana seluruh potensi yang ada dapat disatukan dalam satu gerakan. Untuk itu, PMII harus menjadi salah satu ruang untuk melahirkan gagasan, melatih kepemimpinan, membangun karakter, dan mempersiapkan kader yang siap mengabdi,” jelas Sofyan.
Sofyan juga mengingatkan pengurus PMII yang baru dilantik bahwa masa kepengurusan selama satu tahun merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Pelantikan ini adalah momentum dimulainya sebuah amanah, tanggung jawab, dan pengabdian. Apalagi saya lihat masa kerja hanya satu tahun. Tentu ini hal yang berat bekerja untuk mengemban amanah sebagai ketua cabang organisasi yang begitu besar dalam kurun waktu satu tahun,” tandas Sofyan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PMII Ahmad Syahrul Fadhil mengingatkan kader agar tidak mengabaikan pendidikan karena kesibukan berorganisasi.
“PMII merupakan organisasi kemahasiswaan, oleh karena itu pendidikan adalah yang paling utama. Kader PMII boleh kritis namun tetap santun, jangan sampai sikap kritis tersebut justru melahirkan kerugian,” pesan Ahmad Syahrul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....