Evaluasi Distribusi Air Bersih, Sofyan: Harus Terkoordinasi dan Merata
- 30 Sep 2026 10:46 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menekankan pemerataan distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan di berbagai wilayah. Ia tidak ingin bantuan menumpuk di wilayah tertentu sementara warga di daerah lain masih mengalami kekurangan air.
Penekanan tersebut disampaikan Bupati Sofyan saat memimpin rapat evaluasi penanganan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Selasa 29 September 2026.
Sofyan meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD menjadi pusat koordinasi distribusi air dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait, termasuk PDAM, PMI, Badan Wilayah Sungai atau BWS, serta unsur TNI dan Polri. Pendataan lokasi terdampak juga diminta dilakukan secara akurat agar setiap armada distribusi dapat diarahkan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan.
“Koordinasi ini sangat butuh lokasi yang real. Jangan sampai BPBD jalan sendiri, Dinas Sosial jalan sendiri, PDAM, PMI, dan pihak provinsi juga jalan sendiri tanpa terkoordinasi,” ujar Bupati Sofyan.
Sofyan menegaskan, koordinasi diperlukan agar pelayanan tidak berulang di satu lokasi, sementara wilayah lain yang juga mengalami kekurangan air belum tersentuh distribusi. Karena itu, jadwal serta pemerataan distribusi air bersih perlu terus dipantau oleh pihak terkait.
Rapat tersebut juga membahas keterbatasan dan kondisi armada operasional yang digunakan dalam penanganan kekeringan. Sejumlah tangki air milik BPBD, PDAM, dan Dinas Sosial dilaporkan mengalami kendala teknis dan kerusakan sehingga perlu mendapat perhatian untuk mendukung kelancaran distribusi.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Bupati Sofyan menyetujui perpanjangan Surat Keputusan atau SK Tanggap Darurat dengan memasukkan penanganan kekeringan dan karhutla. Pusat penanganan selanjutnya akan difokuskan melalui Posko Bencana di BPBD.
Selain kekeringan dan karhutla, Sofyan meminta jajaran pemerintah daerah mengantisipasi potensi banjir. Peralatan darurat, seperti sarana dapur umum dan perahu karet, diminta segera diperiksa dan dirawat agar dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....