DLH Kota Gorontalo Terus Seriusi Pengangkutan dan Pengelolaan Sampah

  • 19 Sep 2026 11:41 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Kota Gorontalo - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo terus memperkuat pelayanan pengangkutan dan pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan wilayah perkotaan.

Kepala DLH Kota Gorontalo, Lukman Kasim, mengatakan berdasarkan jumlah penduduk sekitar 204 ribu jiwa, potensi sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 140 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, sekitar 87 ton sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara sembilan ton lainnya didistribusikan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan Bank Sampah.

"Rata-rata volume sampah yang dihasilkan di Kota Gorontalo sebesar 140 ton per hari. Sementara yang berhasil diangkut ke TPA kurang lebih 87 ton. Untuk sisa sembilan ton merupakan sampah yang terdistribusi ke TPS3R dan Bank Sampah," jelas Lukman.

Menurutnya, pengelolaan melalui TPS3R dan Bank Sampah menjadi bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke TPA.

Dalam pelayanan pengangkutan, DLH masih menghadapi persoalan kerusakan armada. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik.

Lukman mengatakan, pihaknya melakukan penyesuaian jadwal pengangkutan ketika terdapat armada yang tidak dapat beroperasi.

"Memang masih ada beberapa titik yang mengalami penumpukan sampah. Kondisi ini terjadi apabila ada armada yang rusak sehingga tidak beroperasi. Akan tetapi, tumpukan sampah itu tidak berlangsung lama karena DLH dan pihak kelurahan langsung mengantisipasi melalui pengaturan jadwal pengangkutan," ujar Lukman.

DLH Kota Gorontalo memiliki sejumlah armada pengangkutan, di antaranya 54 unit getor, 16 dump truck, delapan mobil pickup, empat arm roll, dan 28 unit viar.

Dari armada tersebut, sekitar 48 unit masih aktif beroperasi, sementara tujuh unit lainnya mengalami kerusakan.

Selain persoalan armada, DLH juga mencatat enam pengaduan masyarakat terkait sampah yang tidak terangkut selama periode 1 hingga 18 September 2026. Lukman memastikan seluruh pengaduan tersebut telah direspons dan ditindaklanjuti.

"Pengaduan masyarakat selama bulan September tentang sampah yang tidak terangkut sebanyak enam pengaduan. Itu pun pengaduan tersebut langsung diantisipasi," katanya.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, DLH juga bekerja sama dengan mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Gorontalo dalam melakukan pemetaan volume sampah di sejumlah wilayah.

Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara DLH dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan dalam menentukan pola penanganan sampah.

DLH juga mendorong pemilahan sampah dari sumber serta pemanfaatan komposter oleh masyarakat.

Saat ini, Kota Gorontalo memiliki 10 TPS3R, namun baru enam yang telah beroperasi. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor belum optimalnya operasional seluruh TPS3R.

"Langkah awal yang dilakukan DLH adalah menetapkan pengelola TPS3R. Kemudian membangun koordinasi dengan pihak kelurahan agar terus mendorong para pengelola TPS3R dalam melakukan aktivitas pengolahan sampah," jelas Lukman.

Memasuki akhir 2026, DLH Kota Gorontalo menargetkan peningkatan pemilahan sampah dari sumber sekaligus penyelesaian sistem informasi pengangkutan sampah melalui kerja sama dengan peneliti dari UNG.

Sistem tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat koordinasi dan pengawasan pelayanan pengangkutan sampah di wilayah Kota Gorontalo.

Lukman menegaskan, penanganan sampah membutuhkan keterlibata

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....