Kemarau Panjang, Lapas Kelas IIA Gorontalo Gelar Shalat Istisqa
- 18 Sep 2026 20:07 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah kemarau panjang yang melanda Gorontalo sampai saat ini. Kegiatan berlangsung khidmat diikuti jajaran petugas, sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Gorontalo, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Gorontalo, Ny. Junaidi Rison, Jumat 18 September 2026.
Pelaksanaan Shalat Istisqa dipimpin Ustad Nasir Husain. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan, mulai dari pelaksanaan shalat hingga doa bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Ustad Nasir Husain mengajak seluruh jamaah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbanyak istighfar dan doa. Menurutnya, Shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.
“Melalui Shalat Istisqa’ ini, mari kita bersama-sama memohon ampunan kepada Allah SWT dan berdoa agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan,” ujar Ustad Nasir Husain.
Sementara itu, Kepala Lapas Gorontalo Junaidi Rison mengatakan, pelaksanaan Shalat Istisqa dan doa bersama merupakan bentuk ikhtiar sekaligus sarana meningkatkan ketakwaan seluruh jajaran.
“Kita berikhtiar dan berdoa bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita semua semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta senantiasa diberikan perlindungan dan keberkahan,” ungkap Junaidi.
Di tengah keterbatasan ketersediaan air, Junaidi juga mengimbau seluruh petugas dan warga binaan agar menggunakan air secara hemat dan bijak. Meski demikian, ia menegaskan keterbatasan air tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebersihan lingkungan Lapas.
“Dengan kondisi ketersediaan air yang mulai terbatas, saya mengimbau kepada seluruh petugas dan warga binaan agar benar-benar menghemat penggunaan air. Gunakan air sesuai kebutuhan dan hindari pemborosan. Namun, keterbatasan air bukan menjadi alasan bagi kita untuk mengabaikan kebersihan,” tegas Junaidi.
Ia juga menekankan tengang kebersihan diri, blok hunian, lingkungan kerja, serta seluruh area Lapas harus tetap dijaga secara maksimal. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan seluruh penghuni Lapas.
“Kita harus tetap memastikan kebersihan diri, kebersihan blok hunian, dan lingkungan Lapas terjaga dengan baik. Mari kita gunakan air secara bijak, tetapi standar kebersihan dan kesehatan seluruh penghuni Lapas tidak boleh menurun,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh jamaah memanjatkan doa agar hujan segera turun, membawa kesejukan, mengatasi kekeringan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....