Kemarau Panjang, 84 KK di Desa Tolite Terima Bantuan Air Bersih

  • 29 Sep 2026 17:52 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kemarau panjang mulai memicu kelangkaan air bersih di Desa Tolite, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Sedikitnya 84 kepala keluarga atau sekitar 273 jiwa kini membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong Polsek Boliyohuto bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Tolite, Selasa 29 September 2026.

Langkah tersebut dilakukan setelah Kapolsek Boliyohuto Iptu Nixon Amuntu menerima surat permohonan bantuan dari Pemerintah Desa Tolite terkait kondisi sumber air di wilayah tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan, debit sejumlah sumber air mengalami penurunan drastis akibat kemarau panjang. Kondisi tersebut membuat pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga warga semakin terbatas.

Dampak kekeringan dirasakan oleh puluhan keluarga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih yang layak. Kebutuhan air untuk memasak, minum, mandi dan aktivitas rumah tangga lainnya menjadi persoalan yang harus segera diatasi.

Setelah menerima laporan, Polsek Boliyohuto langsung berkoordinasi dengan PDAM Unit Boliyohuto. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan air dapat segera dikirim ke lokasi yang membutuhkan.

“Begitu menerima surat permohonan dari Kepala Desa Tolite, kami langsung berkoordinasi dan membangun sinergi dengan pihak PDAM Unit Boliyohuto. Dan hari ini, kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi air bersih ini sampai ke tangan warga yang membutuhkan,” kata Iptu Nixon Amuntu.

Dalam penyaluran tersebut, Polsek Boliyohuto bersama petugas PDAM Unit Boliyohuto mengerahkan armada tangki air untuk menyisir pemukiman warga Desa Tolite.

Armada tangki kemudian mendistribusikan air ke titik-titik yang telah ditentukan. Warga yang menerima bantuan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, ember hingga bak penampungan untuk menampung air.

Kedatangan bantuan disambut antusias oleh masyarakat. Bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air dari sumber yang selama ini digunakan, pasokan tersebut menjadi bantuan penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kapolsek Boliyohuto mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk kehadiran Polri ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar akibat kondisi kemarau.

Menurutnya, kepolisian akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah hukum Polsek Boliyohuto. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan munculnya persoalan serupa di desa-desa lain.

“Polri akan terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau, khususnya jika terjadi kelangkaan air bersih,” tambahnya.

Polsek Boliyohuto juga mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk segera melaporkan kondisi apabila pasokan air semakin menipis. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan warga dapat segera dipetakan dan ditindaklanjuti selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....