Dinas Pendidikan Dorong Penguatan Pendidikan Nonformal di LKP Andin
- 04 Sep 2026 13:01 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Andin Kota Gorontalo terus mendorong penguatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan menjahit Tata Busana. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka peluang kerja dan usaha secara mandiri.
Ketua Yayasan Putra Putri Kebangsaan, Dr. Ir. Trifandi Lasalewo, S.T., M.T., mengatakan pendidikan keterampilan memiliki peran penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan. Menurutnya, pendidikan nonformal seperti kursus dan pelatihan harus mampu memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
“Kami ingin pendidikan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga memberikan keterampilan yang bisa digunakan dalam kehidupan nyata. Karena itu, pelatihan menjahit ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Trifandi.
Pelaksanaan kursus menjahit Tata Busana di LKP Andin tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Gorontalo. Pada 24 Juli 2026, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Ningsih Amuja, S.Pd., M.Si., bersama sejumlah staf melakukan kunjungan langsung ke LKP Andin.
Dalam kunjungan tersebut, Ningsih melihat secara langsung proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Ia juga berdialog dengan peserta dan instruktur untuk mengetahui proses pembelajaran, materi yang diberikan, serta pengalaman peserta selama mengikuti pelatihan. Trifandi menilai kunjungan tersebut menjadi bentuk penting dari sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan nonformal.
Menurutnya, pembinaan dan monitoring dari pemerintah diperlukan agar penyelenggaraan kursus dan pelatihan dapat terus menjaga kualitas serta semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Sinergi seperti ini penting. Lembaga kursus membutuhkan pembinaan dan masukan dari pemerintah agar program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat dan memiliki kualitas yang baik,” katanya.
Pelatihan menjahit Tata Busana yang dikunjungi tersebut merupakan bagian dari Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang diselenggarakan LKP Andin dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif maupun peluang usaha. Melalui pelatihan Tata Busana, peserta memperoleh pembelajaran keterampilan menjahit yang diharapkan dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja ataupun membuka usaha secara mandiri.
Trifandi mengatakan, orientasi pendidikan keterampilan harus diarahkan pada kemampuan peserta untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai dan memiliki peluang ekonomi.
“Yang paling penting adalah bagaimana keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan setelah pelatihan selesai. Mereka harus memiliki keberanian untuk memanfaatkan keterampilan itu, baik untuk bekerja maupun menciptakan usaha sendiri,” jelasnya.
Program pelatihan di LKP Andin juga memberikan ruang bagi beberapa penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan menjahit. Menurut Trifandi, kesempatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk membangun pendidikan yang lebih inklusif dan memberikan akses yang sama bagi setiap orang untuk mengembangkan potensi.
“Setiap orang memiliki potensi. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung. Karena itu, anak-anak maupun masyarakat penyandang disabilitas juga harus diberikan ruang untuk belajar dan mengembangkan keterampilan,” ujarnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menjadi bekal menuju kemandirian ekonomi. LKP Andin merupakan lembaga kursus dan pelatihan yang telah berdiri sejak 2003 dan kini telah berkiprah selama sekitar 23 tahun. Lembaga tersebut beralamat di Jalan Meranti No. 6, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Trifandi menegaskan, Yayasan Putra Putri Kebangsaan akan terus mendorong pengembangan pendidikan yang menghubungkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi kerja, dan kewirausahaan. Selain menaungi LKP Andin, Yayasan Putra Putri Kebangsaan juga menyelenggarakan pendidikan vokasi melalui Politeknik Kebangsaan Kota Gorontalo.
“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan masyarakat. Harapannya, lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkarya dan mandiri,” tutur Trifandi.
Ke depan, LKP Andin akan terus mengembangkan program pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Gorontalo dan sekitarnya. Melalui penguatan pendidikan nonformal, LKP Andin diharapkan dapat terus menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, mengembangkan usaha, serta membangun masa depan yang lebih mandiri. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....