SPMB Kota Gorontalo Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas
- 04 Jul 2026 18:00 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Gorontalo terus dioptimalkan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan. Berbagai sekolah pun aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar informasi penerimaan peserta didik baru dapat diketahui secara luas.
Kepala SMP Negeri 12 Kota Gorontalo mengatakan, pihak sekolah melakukan sosialisasi dengan mengunjungi sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Kota Utara. Selain itu, informasi penerimaan peserta didik baru juga disebarluaskan melalui media sosial sebagai sarana promosi sekaligus penyampaian informasi kepada masyarakat.
Pada SPMB tahun ini, SMP Negeri 12 Kota Gorontalo membuka empat rombongan belajar (rombel) untuk peserta didik kelas VII. Sesuai ketentuan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), setiap rombel diisi maksimal 32 siswa. Apabila masih terdapat rombel yang belum terpenuhi, sekolah akan menunggu kebijakan lanjutan dari Dinas Pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaan SPMB, jalur domisili menjadi jalur yang paling banyak diminati calon peserta didik. Selain itu, sekolah juga menerima siswa melalui jalur prestasi dan jalur berdasarkan mekanisme penilaian atau skoring yang telah ditetapkan pemerintah.
Pihak sekolah menegaskan, tujuan utama pelaksanaan SPMB bukan sekadar memenuhi kuota penerimaan, tetapi memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh anak. Melalui sistem tersebut, setiap peserta didik diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Sementara itu, Ketua Komite SDN 27 Kota Selatan, Muslimin, mengajak masyarakat mengubah pandangan yang menganggap hanya sekolah tertentu sebagai sekolah terbaik. Menurutnya, saat ini seluruh sekolah negeri telah didukung sarana dan prasarana yang memadai serta tenaga pendidik yang kompeten sehingga memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
Ia menilai, kemajuan teknologi membuka kesempatan bagi setiap sekolah untuk menunjukkan prestasi. Bahkan, sekolah dengan jumlah siswa yang belum banyak pun tetap mampu melahirkan peserta didik berprestasi apabila didukung proses pembelajaran yang baik serta semangat seluruh warga sekolah.
Muslimin juga menjelaskan bahwa pembatasan jumlah siswa di sekolah-sekolah yang selama ini menjadi favorit merupakan bagian dari upaya pemerataan pendidikan. Kebijakan tersebut memberikan kesempatan kepada sekolah lain untuk memenuhi kuota peserta didik sehingga kualitas pendidikan dapat berkembang lebih merata.
Meski demikian, seluruh proses penerimaan harus tetap mengacu pada peraturan yang telah ditetapkan pemerintah. Ia juga mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo yang dinilai telah menerapkan sistem penerimaan secara transparan, termasuk menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala atau belum tertampung dalam proses SPMB.
Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, komite, dan masyarakat, pelaksanaan SPMB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi proses penerimaan peserta didik baru, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang adil, merata, transparan, dan berkualitas bagi seluruh anak di Kota Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....