Peduli Warga di tengah Kemarau, BPBD Salurkan 12.200 Liter Air Bersih di Tomilito
- 28 Agt 2026 12:50 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo Utara. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo bersama BPBD Kabupaten Gorontalo Utara menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Huidu Melito, Kecamatan Tomilito, Rabu 26 Agustus 2026.
Sebanyak 12.200 liter air bersih disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.
Dalam proses distribusi, BPBD Provinsi Gorontalo mengerahkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Sementara itu, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara turut mendukung dengan satu unit mobil pick up Traga berkapasitas 2.200 liter.

Air bersih tersebut bersumber dari Desa Posso, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, sebelum kemudian dibawa dan disalurkan kepada masyarakat Desa Huidu Melito.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hifny Tegela, menyampaikan bahwa penyaluran air merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Menurut Hifny, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi selama kondisi kemarau berlangsung.
“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat dampak kemarau. Kami terus memantau kondisi di wilayah-wilayah yang membutuhkan penanganan,” kata Hifny.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPBD Provinsi Gorontalo menurunkan tiga personel, yakni Deden Zainuddin, Rahmat Kalaati, dan Fikri Nasila. BPBD Kabupaten Gorontalo Utara juga menyiagakan tiga personel untuk membantu proses pendistribusian air hingga diterima masyarakat.
BPBD mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan bijak selama musim kemarau. Pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air juga terus dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi dan penanganan pemerintah daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....