Perumda Tirta Limutu Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Kecamatan

  • 20 Agt 2026 22:40 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Perumda Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo terus memperluas pelayanan distribusi air bersih menyusul menyusutnya debit sejumlah sumber air baku akibat kondisi kemarau.

Direktur Perumda Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo, Tomy Hendra Said mengatakan, dua sungai yang menjadi sumber air baku utama, yakni Sungai Polohungo dan Sungai Bulota, mengalami penurunan debit. Sungai Bulota saat ini menyusut hingga mendekati 60 persen, sedangkan Sungai Polohungo berkurang sekitar 30 persen.

Tomy menjelaskan, selain melayani pelanggan, Perumda Tirta Limutu juga mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Pelayanan tersebut dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Polres Gorontalo, SPN Polda Gorontalo, BPBD, serta Balai Sungai Wilayah Sulawesi II.

“Kami mengoperasikan lima unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter. Pendistribusian air bersih kami laksanakan setiap hari, mulai dari Desa Motoduto Kecamatan Boliyohuto, kemudian Parungi, Iloheluma, Pulubala, hingga Bongomeme. Semakin ke sini permintaan semakin meluas,” kata Tomy

Ia menyebutkan, sejak 25 Juli 2026, sejumlah wilayah menjadi konsentrasi pelayanan distribusi air bersih, meliputi Kecamatan Boliyohuto, Mootilango, Pulubala, Dungaliyo, Bongomeme, Limboto Barat, dan Tilango.

Mengantisipasi semakin berkurangnya sumber air di Kabupaten Gorontalo, Perumda Tirta Limutu juga menyiapkan opsi kerja sama dengan Perumda Air Minum Muara Tirta Kota Gorontalo untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Koordinasi dilakukan seiring munculnya permintaan baru dari sejumlah wilayah.

Tomy mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan memprioritaskannya untuk kebutuhan utama, seperti memasak dan minum. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga diminta berkoordinasi dengan pemerintah apabila membutuhkan pelayanan distribusi air bersih.

“Kami berusaha sedapat mungkin melayani setiap hari, tetapi karena keterbatasan, pelayanan di setiap kecamatan dilakukan secara bergiliran. Jika kami belum hadir di lokasi, masyarakat di wilayah terdampak diminta lebih hemat menggunakan air dan dapat menghubungi pemerintah untuk koordinasi pelayanan,” ujarnya. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....