Perumda Tirta Limutu Produksi Air Minum Kemasan Dari Mata Air Taluhu Barakati
- 15 Jun 2026 09:45 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Limutu resmi meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Pro-ST dari sumber mata air alami Taluhu Barakati. Peluncuran tersebut dilakukan bersamaan dengan soft launching pembukaan kembali obyek wisata Taluhu Barakati di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Minggu 14 Juni 2026. Inovasi ini menjadi salah satu upaya Perumda Tirta Limutu memperluas lini usaha, meningkatkan pendapatan, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) ke depan.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan, kehadiran Pro-ST merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam mendorong inovasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah.
“Ini merupakan produksi perdana PDAM Tirta Limutu. Ke depan akan terus kami kembangkan dengan berbagai jenis dan ukuran kemasan sesuai kebutuhan pasar,” kata Sofyan saat meresmikan peluncuran produk tersebut.
Menurut Bupati Sofyan, salah satu keunggulan air minum dalam kemasan Pro-ST terletak pada sumber airnya yang berasal dari kawasan pegunungan Taluhu Barakati yang dikenal memiliki kualitas air alami dengan kandungan mineral yang baik. Air minum terseut juga diyakini bisa dikonsumsi oleh semua kalangan.
“Air ini berasal dari sumber mata air pegunungan dengan kandungan mineral alami yang tinggi sehingga memiliki rasa yang khas dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan,” ujarnya.
“Soft launching ini menjadi penanda dimulainya produk Pro-ST. Sementara seluruh persyaratan dan dokumen pendukung sedang kami lengkapi agar nantinya dapat dipasarkan secara luas dengan standar kualitas yang terjamin,” jelas Sofyan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, pemerintah daerah telah menyiapkan pasar awal melalui penggunaan AMDK Pro-ST di lingkungan organisasi perangkat daerah, kantor kecamatan, kelurahan, hingga pemerintah desa. Dukungan dari aparatur sipil negara juga diharapkan mampu memperkuat penetrasi pasar produk tersebut. Untuk memperluas jangkauan pemasaran, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga berencana memberdayakan unit-unit pelayanan PDAM yang tersebar di berbagai kecamatan sebagai jaringan distribusi Pro-ST.
“Kualitas dan standar produk harus dijaga. Begitu pula manajemen produksi, pemasaran, operasional hingga pengelolaan keuangan harus dilakukan secara profesional agar usaha ini dapat berkembang secara berkelanjutan,” pesan Sofyan kepada Perumda Tirta Limutu.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Limutu, Tomy Hendra Said, mengungkapkan bahwa lahirnya Pro-ST berawal dari gagasan Bupati Gorontalo yang mendorong perusahaan daerah untuk lebih inovatif dalam menciptakan sumber pendapatan baru. Sebelum memulai produksi, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei kualitas sumber air dan kajian pasar guna memastikan kelayakan usaha yang akan dijalankan.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi langkah awal kami memasuki bisnis AMDK. Ide ini berawal dari arahan Bupati Gorontalo yang kemudian kami tindak lanjuti melalui survei sumber air dan analisis pasar. Dengan dukungan pemerintah daerah, dewan pengawas, serta kerja sama dengan pihak yang telah berpengalaman dalam industri AMDK, kami optimistis Pro-ST dapat berkembang dan diterima masyarakat,” ujarnya.
Saat ini fasilitas produksi Pro-ST memiliki kapasitas hingga 400 karton dalam tujuh jam operasional dengan setiap karton berisi 48 gelas air minum kemasan. Produksi perdana telah dimulai dan perusahaan menargetkan mampu memproduksi sekitar 5.000 karton per bulan.
“Kami akan segera mempercepat proses perizinan, mulai dari izin BPOM, Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi halal, hingga berbagai sertifikasi kesehatan lainnya agar produk dapat segera dipasarkan lebih luas,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....