Kemarau Panjang, Pemkot Gorontalo Akan Gelar Salat Istisqa

  • 19 Agt 2026 12:10 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Kota Gorontalo — Pemerintah Kota Gorontalo akan menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Salat Istisqa dijadwalkan berlangsung di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan jajaran pemerintah daerah, tetapi juga mengajak seluruh umat Islam di Kota Gorontalo untuk ikut berjamaah.

Kabag Kesra Kota Gorontalo, Sukamto Mooduto, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat untuk memohon turunnya hujan.

“Shalat Istisqa ini merupakan ikhtiar spiritual kita untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, terutama dalam kondisi kemarau yang cukup panjang,” ujar Sukamto.

Menurut Sukamto, seluruh unsur Pemerintah Kota Gorontalo akan dilibatkan, mulai dari asisten, staf ahli, pimpinan OPD, direktur, kepala bagian Setda, camat hingga lurah. Pimpinan Baznas dan seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo juga dijadwalkan mengikuti Salat Istisqa bersama masyarakat.

Salat akan dipimpin Imam Hi. Yudin Mohamad, M.Pd., sementara khutbah disampaikan Hi. Syaifudin Mateka, S.Ag.

Sukamto menjelaskan, Salat Istisqa merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan ketika terjadi kekeringan atau hujan tidak turun dalam waktu cukup lama.

Pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah di tanah lapang dan dilanjutkan dengan khutbah yang berisi ajakan untuk memperbanyak istighfar, bertobat, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Pemkot Gorontalo berharap pelaksanaan Salat Istisqa dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama menghadapi kondisi kemarau.

“Harapannya bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat bisa ikut mengambil bagian dalam ikhtiar ini. Kita berdoa bersama agar Allah SWT memberikan hujan dan kondisi kekeringan ini segera berakhir,” katanya.

Meski demikian, pemerintah memastikan penanganan dampak kemarau tidak hanya dilakukan melalui pendekatan keagamaan. Langkah teknis di lapangan tetap dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk potensi kebakaran yang meningkat selama kondisi cuaca kering.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Gorontalo berharap kepedulian antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi dampak kemarau sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....