Momentum Kemerdekaan RI, Perempuan Gorontalo Harap Ekonomi dan Keamanan Terjamin

  • 15 Agt 2026 14:45 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo— Momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang bagi perempuan Gorontalo menyampaikan harapan terhadap kondisi ekonomi, pendidikan, hingga perlindungan perempuan dan anak.

Bagi ibu rumah tangga, makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga dirasakan langsung dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

Ibu rumah tangga, Lisa Dama, mengatakan kemerdekaan paling nyata dirasakan ketika keluarga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan aman dan tanpa dibebani kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, perempuan saat ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda dengan para pejuang kemerdekaan pada masa lalu. Ibu rumah tangga berjuang dengan menjaga keluarga, memenuhi kebutuhan anak, serta memastikan pendidikan mereka tetap berjalan.

“Kalau dulu para pejuang kemerdekaan berjuang dengan mengangkat senjata. Kalau sekarang, kami merdeka dengan cara menjaga keluarga,” kata Lisa ketika diwawancarai RRI, Sabtu 15 Agustus 2026.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sehingga kenaikan harga tidak mengganggu perencanaan ekonomi keluarga.

Menurut Lisa, kenaikan harga bahan pangan secara langsung berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi semakin berat apabila pendapatan keluarga tidak mengalami peningkatan.

Selain persoalan kebutuhan pokok, pendidikan anak juga menjadi perhatian. Ia berharap masyarakat dapat menyekolahkan anak tanpa terbebani biaya pendidikan yang semakin tinggi.

Lisa juga berharap pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM dapat naik kelas sehingga memberikan ruang bagi ibu rumah tangga untuk membantu perekonomian keluarga tanpa harus meninggalkan rumah.

“Harapannya harga-harga jangan sampai melonjak, kemudian UMKM bisa naik kelas. Artinya naik kelas dengan tidak dikenai bermacam-macam pajak, agar ibu-ibu juga bisa membantu ekonomi keluarga tanpa harus meninggalkan rumah,” ujarnya.

Sementara itu, aktivis perempuan Gorontalo, Syarifah Aslamiah, memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan yang setara bagi setiap orang untuk bermimpi, menyampaikan pendapat, berkarya, dan mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa.

Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia, tetapi juga memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan bangsa.

“Menurut saya, kemerdekaan itu bukan hanya sebatas kebebasan, tetapi juga setiap orang punya kesempatan yang sama untuk bermimpi, bersuara, berpendapat, berkarya, dan yang paling penting mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa,” kata Syarifah.

Ia juga menyoroti masih adanya kasus kekerasan, pelecehan hingga tindak pidana terhadap perempuan dan anak.

Menurut Syarifah, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat pentingnya memberikan ruang aman bagi perempuan dan anak sekaligus meningkatkan kemampuan perempuan untuk melindungi diri.

Ia mendorong perempuan untuk terus memperkuat kapasitas diri agar mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman, kekerasan maupun pelecehan.

Syarifah berharap peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan kehidupan yang aman, adil dan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan.

“Momentum kemerdekaan ini harus menjadikan kita benar-benar merdeka, terutama menjadi kebebasan untuk bermimpi, bersuara, dan mengambil peran sebagai seorang perempuan yang benar-benar merdeka,” ujarnya.

Ia juga berharap Indonesia yang telah berusia 81 tahun semakin mampu menjadi negara yang kuat sekaligus bijak dalam menyikapi aspirasi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu mampu memberikan solusi, menerima kritik, serta berkomunikasi dengan masyarakat secara santun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....