Cakupan ASI Eksklusif di Gorontalo Masih Jadi Tantangan

  • 13 Agt 2026 12:13 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Provinsi Gorontalo masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kesehatan bayi dan menekan angka stunting.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo, Yustiyanty Monoarfa, mengatakan capaian ASI Eksklusif di sejumlah kabupaten dan kota masih berada di bawah target nasional.

Menurut Yustiyanty, kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemberian ASI Eksklusif memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sejak usia dini.

“Jadi memang ASI Eksklusif itu untuk Provinsi Gorontalo masih menjadi tantangan. Karena memang kalau berdasarkan target nasional itu, kita harusnya 64 persen. Sementara kalau kita lihat yang ada di beberapa kabupaten, kota yang ada di Provinsi Gorontalo, itu rata-rata pencapaiannya paling tinggi itu cuma sampai ada yang 38 persen, kemudian ada yang 40 persen. Jadi belum ada yang bisa mencapai sampai target nasional seperti itu,” ujar Yustiyanty.

Ia menjelaskan, data tersebut diperoleh melalui aplikasi Sigizi Kesga yang digunakan untuk memantau kondisi gizi dan kesehatan masyarakat.

Rendahnya cakupan ASI Eksklusif, lanjut Yustiyanty, berpotensi memengaruhi upaya penurunan stunting yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.

“Karena kita tahu sendiri bahwa ASI Eksklusif itu apabila tidak dilaksanakan dengan baik, itu salah satu penyebab untuk terjadinya angka stunting,” tambahnya.

Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Gorontalo terus mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif sebagai salah satu langkah pencegahan stunting dan upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....