Dinas Parekrafpora Gorontalo Wadahi Pemuda Sampaikan Aspirasi dan Gagasan
- 13 Agt 2026 07:16 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) menggelar Temu Pemuda dalam rangka memperingati Hari Pemuda Internasional tahun 2026, Rabu 12 Agustus 2026. Berlangsung di Aula Kantor Inspektorat Provinsi Gorontalo, kegiatan tersebut diikuti sejumlah organisasi dan komunitas pemuda, perwakilan pelajar, Gerakan Pramuka, hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa perguruan tinggi.
Kepala Bidang Pemuda Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Muchlis Huntua mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memberi ruang kepada para pemuda menyampaikan berbagai aspirasi dan gagasan mengenai pembangunan kepemudaan, termasuk persoalan-persoalan yang terjadi di dalam daerah. Pemikiran dari para pemuda dinilai penting agar program-program pemerintah ke depan bisa mendongkrak indeks pembangunan pemuda di Gorontalo. Selain itu, melalui kegiatan ini juga pemerintah ingin menyampaikan segala kebijakan di bidang kepemudaan.
"Intinya pertemuan kita dengan pemuda kali ini, kita mencoba meramu kembali lima tahun ke depan itu apa yang harus dilakukan. Kita ingin target dari program-program ke depan jelas," tuturnya
Dengan program yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan para pemuda di waktu mendatang, pemerintah daerah berharap indeks pembangunan pemuda (IPP) di Gorontalo bisa semakin baik.
"Ukurannya itu dari segi kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan seterusnya," tandasnya.
Kegiatan temu pemuda tersebut mendapat apresiasi dari para peserta. Salah seorang peserta, Ikbal ka'u, menilai kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para pemuda untuk bisa menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang terjadi di dalam daerah. Melalui kegiatan ini, Ia mendorong pemerintah daerah memberikan perhatian lebih serius terhadap perlindungan perempuan dan anak.
"Hari ini banyak pemuda, namun pemudinya (remaja perempuan) dilupakan. Ada rasa takut yang mereka rasakan karena banyak kasus, kasus pelecehan seksual. Ini harus kita perjuangkan bersama-sama, menjaga perempuan di Provinsi Gorontalo," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....