Pemkot Gorontalo Catat Capaian dan Program Tertunda di Kota Utara
- 10 Agt 2026 12:06 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kota Gorontalo: Pemerintah Kota Gorontalo mencatat sejumlah capaian pembangunan di Kecamatan Kota Utara sepanjang 2025. Namun, sejumlah program belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meidy Novieta Silangen, dalam kegiatan silaturahmi pemerintah daerah sekaligus sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Jumat 7 Agustus malam.
Salah satu capaian pembangunan berada pada sektor pemeliharaan lingkungan melalui program pengembangan kelurahan. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembersihan saluran drainase di 46 lokasi dengan total panjang mencapai 15.135 meter atau sekitar 15,1 kilometer.
Dulomo Selatan menjadi wilayah dengan cakupan pembersihan terpanjang, yakni 8.274 meter di 17 lokasi. Selanjutnya Dembe II sepanjang 2.678 meter, Dulomo Utara 2.545 meter, Wongkaditi Timur 1.156 meter, Wongkaditi Barat 416 meter, dan Dembe Jaya 66 meter.
Meidy menjelaskan, dari anggaran pengembangan kelurahan sebesar Rp200 juta, sekitar Rp61,706 juta digunakan untuk kegiatan pembersihan saluran. Sementara Rp138,294 juta dialokasikan untuk pengadaan mesin pemotong rumput dan baterai.
Selain pemeliharaan drainase, sejumlah pembangunan lainnya juga terealisasi sepanjang 2025. Di antaranya rehabilitasi pagar SDN 93 Kota Utara dengan anggaran Rp200 juta serta rehabilitasi ruang kelas TK Negeri Pembina Kecamatan Kota Utara sebesar Rp442,5 juta yang bersumber dari DAU Pendidikan.
Pemkot Gorontalo juga mengalokasikan Rp93 juta dari PAD untuk pemeliharaan bahu Jalan Lupoyo serta Rp189,5 juta untuk peningkatan jalan lingkungan perumahan di kawasan Perumahan AGRINDO-Wongkaditi Barat.
Meski demikian, tidak seluruh rencana pembangunan dapat terlaksana.
Meidy menyebut rehabilitasi Kantor Kelurahan Dembe II dengan nilai anggaran Rp199,85 juta belum dapat direalisasikan pada 2025 karena keterbatasan anggaran.
Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan evaluasi pembangunan di Kecamatan Kota Utara. Pemerintah Kota Gorontalo akan mengupayakan agar program yang belum terlaksana dapat kembali diusulkan dan menjadi perhatian pada program pembangunan berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....