Tranformasi Posyandu Terus Diperkuat, CKG di Kabupaten Gorontalo Capai 54,43 Perse

  • 08 Agt 2026 08:05 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi. Upaya tersebut dibahas dalam rapat advokasi, koordinasi, dan bimbingan teknis (bimtek) Tim Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 di Grand Resto Bukit Proja, Kamis 6 Agustus 2026.

Transformasi Posyandu mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 yang memperluas fungsi Posyandu untuk mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada penguatan pelayanan kesehatan sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Posyandu memiliki peran strategis dalam menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan di daerah.

Hingga Juli 2026, Kabupaten Gorontalo mencatat 12 kasus kematian ibu serta 36 kasus kematian neonatal dan bayi yang memerlukan penanganan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Angka kematian ibu dan angka kematian bayi bukan sekadar statistik, tetapi cerminan kualitas pelayanan publik dan kepedulian sosial kita bersama. Karena itu, penurunannya bukan hanya tugas sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab seluruh pihak melalui kolaborasi lintas sektor,” tegas Bupati Sofyan.

Bupati juga meminta seluruh Tim Pembina Posyandu, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan, memahami pelaksanaan Posyandu enam bidang SPM, termasuk pembinaan kader, pelayanan, serta sistem pencatatan dan pelaporan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Ismail Akaseh melaporkan, hingga 3 Agustus 2026 Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 225.999 warga atau 54,43 persen dari proyeksi penduduk sebanyak 415.237 jiwa.

"Capaian tersebut mendekati target daerah sebesar 60 persen berkat dukungan 435 Posyandu yang terdata pada microsite nasional serta 1.471 kader yang tersebar di 19 kecamatan," tuturnya.

Meski capaian pelayanan kesehatan terus meningkat, Ismail menegaskan pihaknya akan memperkuat koordinasi, edukasi, dan pendampingan guna menekan angka kematian ibu dan bayi. Melalui transformasi Posyandu dan penguatan Integrasi Layanan Primer, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menargetkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, mudah diakses, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....