Tahun 2026, Pemkot Gorontalo Perluas Akses Air Minum di Dumbo Raya
- 06 Agt 2026 18:54 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kota Gorontalo– Pemerintah Kota Gorontalo memprioritaskan peningkatan layanan dasar masyarakat di Kecamatan Dumbo Raya melalui program pembangunan tahun 2026. Salah satu fokus utama adalah perluasan akses air minum dengan membangun jaringan sambungan rumah (SR) di Kelurahan Botu menggunakan anggaran sebesar Rp331,4 juta.
Program tersebut dipaparkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meidy Novieta Silangen, saat kegiatan silaturahmi pemerintah kota dan sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kelurahan Botu, Rabu 5 Agustus 2026 malam.
Meidy menjelaskan, pembangunan jaringan air minum tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan ditujukan agar lebih banyak rumah warga memperoleh sambungan air bersih secara langsung.
"Anggaran sebesar Rp331.403.000 ini digunakan untuk pengembangan jaringan air minum sambungan rumah di Kelurahan Botu sehingga layanan air minum dapat menjangkau lebih banyak masyarakat," ujarnya.
Selain pembangunan jaringan air minum, Kelurahan Botu juga menerima alokasi Rp200 juta melalui Program Pengembangan Kelurahan Tahun 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk pembersihan, pembangunan, dan rehabilitasi saluran di delapan lokasi sebesar Rp140 juta, pembangunan dua unit jamban senilai Rp33 juta, serta pembangunan gedung perpustakaan kelurahan sebesar Rp27 juta.
Menurut Meidy, pembangunan di Botu tidak hanya difokuskan pada penyediaan air bersih, tetapi juga mencakup peningkatan sanitasi, drainase, dan fasilitas penunjang aktivitas masyarakat.
Program pengembangan kelurahan juga dilaksanakan di seluruh wilayah Kecamatan Dumbo Raya. Pemerintah mengalokasikan masing-masing Rp200 juta untuk Kelurahan Talumolo, Botu, Bugis, Leato Utara, dan Leato Selatan, sehingga total anggaran mencapai Rp1 miliar.
Di Kelurahan Talumolo, anggaran dimanfaatkan untuk pembersihan dan rehabilitasi saluran di tiga lokasi sebesar Rp141,2 juta serta pembangunan empat unit jamban senilai Rp58,8 juta.
Sementara di Kelurahan Bugis, dana Rp119 juta digunakan untuk pembersihan saluran di delapan lokasi, Rp60 juta untuk rehabilitasi pelayanan kantor kelurahan, dan Rp21 juta untuk insentif fasilitator teknis serta kelompok masyarakat.
Untuk Kelurahan Leato Utara, pemerintah mengalokasikan Rp180 juta bagi pembersihan dan pembangunan saluran di 14 lokasi serta Rp20 juta untuk rekonstruksi paving blok.
Sedangkan di Kelurahan Leato Selatan, anggaran dimanfaatkan untuk pembersihan saluran di 12 lokasi, pembangunan dan rehabilitasi saluran di Jalan Atje Slamet, serta pembangunan jalan setapak di tiga lokasi.
Meidy menegaskan, arah pembangunan di Dumbo Raya pada 2026 difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur yang digunakan masyarakat setiap hari, mulai dari akses air minum, sanitasi, drainase, jalan lingkungan hingga fasilitas pelayanan masyarakat.
"Program-program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Kecamatan Dumbo Raya," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....