Adhan Dambea: Tak Hadiri Kegiatan Pemkot, TPP ASN Dipotong 2 Persen
- 24 Agt 2026 10:22 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kota Gorontalo — Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan akan memberikan sanksi kepada pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak menghadiri kegiatan Pemerintah Kota Gorontalo tanpa keterangan tertulis.
Sanksi tersebut berupa pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar dua persen setiap kali ASN maupun pejabat tercatat tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penegasan itu disampaikan Adhan saat rapat koordinasi dan evaluasi bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Gorontalo di Aula Bhandayo Lo Yiladia, Minggu 23 Agustus 2026.
“Yang tidak menghadiri kegiatan pemerintah daerah tanpa keterangan tertulis akan dikenai pemotongan TPP sebesar dua persen. Ini berlaku untuk semua,” tegas Adhan.
Menurut Adhan, kebijakan tersebut diambil setelah dirinya masih menemukan pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, lurah hingga ASN yang tidak aktif mengikuti berbagai agenda pemerintah daerah.
Padahal, kata dia, setiap kegiatan yang dilaksanakan Pemkot Gorontalo merupakan bagian dari program pemerintah yang membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran.
Sorotan tersebut semakin menguat dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikemas melalui Wawasan Bulan Kebangsaan.
Sejumlah agenda olahraga dan kesenian telah dilaksanakan sejak awal Agustus. Namun, Adhan menilai masih terdapat pejabat dan ASN yang tidak menunjukkan partisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia mencontohkan kegiatan lomba bola basket yang berlangsung Ahad (23/8/2026) siang. Meski telah meminta jajaran pemerintah daerah untuk hadir, masih banyak pejabat dan ASN yang tidak datang.
“Saya minta untuk hadir di kegiatan lomba basket jam 1 siang, tapi banyak yang tidak hadir. Padahal ini kegiatan kita, ini acara kita,” ujar Adhan.
Adhan menegaskan, persoalan kehadiran tidak hanya berkaitan dengan daftar hadir, tetapi juga mencerminkan soliditas dan keseriusan jajaran birokrasi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ia bahkan menilai ketidakpatuhan terhadap arahan pimpinan dapat menjadi indikator terhadap komitmen aparatur dalam menjalankan tugas.
“Dari sini saya sudah bisa melihat siapa-siapa yang serius mau bekerja dengan saya dan siapa-siapa yang hanya main-main dan bisanya cuma memuji-muji saya. Saya tidak gila pujian,” katanya.
Karena itu, Adhan meminta seluruh jajaran Pemkot Gorontalo membangun pola kerja yang lebih solid, disiplin dan bertanggung jawab dalam setiap agenda pemerintahan.
Ia berharap keterlibatan seluruh aparatur dalam kegiatan pemerintah dapat memperkuat kerja sama sekaligus memastikan program dan kebijakan daerah memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Saya minta adalah kerja sama agar bagaimana kita sama-sama bisa memaksimalkan apa yang kita laksanakan, baik kegiatan maupun kebijakan, dan itu berdampak langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....