DKP Kota Gorontalo Belum Rasakan Dampak Efisiensi Anggaran Perpusnas
- 03 Agt 2026 20:26 WIB
- Gorontalo
RRI.CO,ID. Kota Gorontalo – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kota Gorontalo menyatakan belum merasakan dampak signifikan dari kebijakan efisiensi anggaran di lingkungan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), khususnya terhadap program pengembangan perpustakaan di daerah.
Kepala DKP Kota Gorontalo, Siti Dahlia Syarif, mengatakan hingga tahun 2026 bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Pengembangan Perpustakaan tetap berjalan sesuai rencana.
"Tahun ini kami menerima DAK Nonfisik sebesar Rp400 juta. Tahap pertama sebesar Rp200 juta sudah dicairkan dan saat ini kami menunggu pencairan tahap kedua sebesar Rp200 juta," ujar Siti Dahlia ketika diwawancarai RRI, Senin 3 Agustus 2026.
Bahkan, berdasarkan informasi dari Perpusnas, alokasi DAK Nonfisik untuk Kota Gorontalo pada 2027 justru meningkat menjadi Rp550 juta atau bertambah Rp150 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kalau melihat kondisi saat ini, kami belum merasakan dampak efisiensi anggaran. Bahkan untuk tahun depan justru ada penambahan alokasi anggaran," katanya.
Selain DAK Nonfisik, DKP Kota Gorontalo juga masih menunggu penyaluran bantuan buku dari Perpusnas untuk sejumlah perpustakaan kelurahan.
Saat ini, dari 50 kelurahan di Kota Gorontalo, sebanyak 35 kelurahan telah memiliki perpustakaan. DKP sebelumnya mengusulkan bantuan untuk 15 perpustakaan kelurahan yang belum memiliki koleksi memadai, dan sebagian di antaranya telah mendapat persetujuan.
Menurut Siti Dahlia, distribusi bantuan buku tersebut nantinya akan dilakukan langsung oleh pihak vendor yang ditunjuk Perpusnas tanpa melalui DKP.
Meski demikian, DKP tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila ke depan terjadi perubahan kebijakan anggaran.
Salah satu strategi yang terus dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik organisasi perangkat daerah, komunitas literasi, dunia usaha, maupun sektor swasta.
Menurutnya, kolaborasi menjadi solusi untuk menjaga keberlangsungan program literasi di tengah keterbatasan anggaran.
"Sejak awal saya memimpin DKP, kami membangun kerja sama dengan Dinas Pendidikan, komunitas literasi, Gramedia, hingga berbagai pihak lainnya agar kegiatan perpustakaan tetap berjalan meski anggaran terbatas," ujarnya.
Ia menambahkan, sasaran utama pengembangan literasi di Kota Gorontalo masih difokuskan pada siswa sekolah dasar melalui berbagai program bersama mitra.
DKP berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan perpustakaan daerah tetap berlanjut sehingga pelayanan literasi kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....