Petani Perlu Beradaptasi dengan Pertanian Modern Hadapi Perubahan Iklim

  • 27 Jul 2026 17:12 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Penerapan pertanian modern dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini. Perubahan iklim, cuaca yang tidak menentu, hingga perubahan kondisi sumber daya alam menuntut petani untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian.

Akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Mohammad Ikbal Bahua kepada RRI Senin 27 Juli 2026 mengatakan, modernisasi pertanian merupakan bagian dari program intensifikasi yang menempatkan teknologi sebagai faktor utama dalam meningkatkan hasil produksi. Menurutnya, perubahan zaman harus diikuti dengan perubahan cara bertani agar sektor pertanian tetap mampu berkembang.

"Petani atau masyarakat harus menerima pengembangan teknologi pertanian ini karena zaman berubah dan petani juga harus berubah. Alat-alat pertanian ikut berkembang untuk mengantisipasi berbagai persoalan seperti perubahan cuaca, perubahan iklim, hingga penyesuaian benih tanaman yang sesuai dengan musim kemarau maupun musim hujan. Inovasi teknologi akan terus berkembang sehingga petani harus siap," ujar Mohammad Ikbal

Ia menegaskan, dukungan pemerintah juga menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam mendorong transformasi pertanian modern. Menurutnya, peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi akan memperkuat swasembada pangan sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan sektor pertanian di daerah.

Prof. Mohammad Ikbal menjelaskan, penerapan Model Pertanian Modern atau Advanced Agricultural System (PM-AAS) membutuhkan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah. Komitmen tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan dan regulasi yang jelas agar implementasi program memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak menimbulkan perdebatan di masyarakat.

Selain regulasi, ia menilai ketersediaan anggaran menjadi syarat utama karena setiap penerapan teknologi membutuhkan pembiayaan yang cukup besar. Di samping itu, pembangunan infrastruktur pendukung juga harus menjadi perhatian agar teknologi pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan investor juga menjadi kunci keberhasilan pengembangan pertanian modern. Kerja sama tersebut dapat membantu mengurangi beban anggaran pemerintah sekaligus mempercepat penyediaan infrastruktur dan investasi yang dibutuhkan dalam pengembangan sektor pertanian.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk mempercepat transformasi pertanian di Gorontalo. Dengan dukungan regulasi, pendanaan, infrastruktur, serta kolaborasi yang kuat, penerapan pertanian modern diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....