Patahkan Stigma, Anak Pengangkut Sampah Berhasil Raih Impian Jadi TNI

  • 12 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Latar belakang bukan penghalang untuk menggapai mimpi tertinggi. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh Ardiansyah Luwiti (19), seorang pemuda asal Gorontalo, anak seorang buruh pengangkut sampah, yang berhasil lolos seleksi tingkat pusat penerimaan prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD).

Ardiansyah Luwiti resmi dinyatakan lolos seleksi tingkat pusat yang bertempat di Markas Kodam XIII/Merdeka, Manado pada Sabtu (11/7). Setelah menyisihkan ribuan peserta lainnya dalam rangkaian seleksi ketat yang meliputi tes administrasi, kesehatan, dan jasmani. Keberhasilan ini seolah mendobrak stigma masyarakat yang kerap memandang sebelah mata anak dari keluarga dengan ekonomi terbatas.

Sehari-hari, Ardiansyah terbiasa hidup dalam keterbatasan dan sering membantu sang ayah mengangkut sampah untuk menyambung hidup. Namun, himpitan ekonomi tidak menyurutkan langkahnya untuk mengabdi pada negara. Dengan tekad yang bulat, ia mempersiapkan diri secara fisik dan mental secara maksimal.

Dalam proses persiapannya, Ardiansyah diketahui rutin berlatih dan dibimbing langsung oleh tim pembina jasmani (Binjas) di Kodim 1304/Gorontalo secara penuh serta tanpa dipungut biaya sepeser pun. Latihan keras berupa ketahanan fisik, lari, dan pembinaan postur tubuh ia jalani setiap hari di bawah pengawasan para pelatih militer.

Saat ditemui usai pengumuman kelulusan, Ardiansyah tak kuasa menahan rasa harunya. Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian yang mengubah jalan hidupnya tersebut.

"Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih kepada kedua orang tua saya yang selalu mendoakan, dan juga para pelatih di Binjas Kodim yang sudah membimbing saya tanpa lelah. Ini membuktikan bahwa anak dari kalangan bawah seperti saya juga bisa mengabdi untuk bangsa dan negara lewat TNI," ungkap Ardiansyah dengan mata berkaca-kaca.

Perjalanan Ardiansyah Luwiti menjadi bukti nyata bahwa penerimaan prajurit TNI bersifat inklusif, terbuka, transparan, dan murni berdasarkan kemampuan serta potensi calon prajurit. Kisahnya kini menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda di Gorontalo untuk terus berani bermimpi dan bekerja keras mewujudkannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....