Pemkab Pohuwato Antisipasi Krisis Air Bersih akibat Kemarau
- 12 Jul 2026 13:37 WIB
- Gorontalo
RRI. CO ID, Gorontalo - Tanda-tanda musim kemarau di sejumlah titik di Kabupaten Pohuwato sudah mulai dirasakan sejak satu bulan terakhir, Minggu 12 Juli 3026. Kondisi cuaca panas sudah terasa hampir di seluruh wilayah, mulai dari Kecamatan Popayato hingga Paguat, sehingga pemerintah daerah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pohuwato, Abdul Mutalib Dinggio mengatakan, berkaca dari musim kemarau sebelum-sebelumnya, rata-rata hampir seluruh wilayah di Kabupaten Pohuwato merasakan dampaknya. Salah satu yang menjadi perhatian serius pemerintah yaitu soal kekurangan air bersih yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Untuk meminimalisir kondisi tersebut, BPBD terus melakukan koordinasi dengan PDAM sebagai perusahaan milik daerah yang memiliki fungsi memberikan layanan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
"Kami dari BPBD Pohuwato sendiri sudah melakukan beberapa langkah antisipasi sebagai bentuk kesiapsiagaan. Selain rutin memantau informasi prakiraan cuaca oleh BMKG, memetakan daerah rawan kekeringan dan dan kebakaran, kami juga mengingatkan PDAM untuk mengantisipasi krisis air bersih," tuturnya.
Menurut Abdul Muthalib, Popayato menjadi salah satu daerah yang sering kali mengalami kekeringan parah saat musim kemarau. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan dan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya. Untuk itu, instansi terkait harus selalu siap siaga untuk mendistribusikan air bersih.
"Di BPBD kami hanya punya satu mobil tangki, sehingga kami butuh dukungan instansi lain seperti dinas sosial, PDAM, untuk senantiasa siap dan standby ketika dibutuhkan. Termasuk mobil pemadam kebakaran yang berada di Dinas Satpol PP," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....