Disperdagin Kota Gorontalo: Stok Pangan Kota Gorontalo Masih Aman

  • 03 Jul 2026 12:19 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar masih dalam kondisi aman meskipun beberapa komoditas sempat mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo, Haryono Soeronoto kepada RRI, mengatakan stok beras, minyak goreng, gula, bawang, hingga cabai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan kebutuhan beras dipenuhi dari produksi petani Gorontalo serta dukungan pasokan dari Perum Bulog melalui penyaluran beras SPHP di pasar tradisional maupun Rumah Pangan Kita (RPK).

"Harga beras medium masih berada di kisaran Rp16 ribu per kilogram sehingga relatif stabil," ujarnya, Kamis 2 Juli 2026.

Komoditas yang masih mengalami fluktuasi adalah cabai rawit merah. Namun, Haryono menyebut kondisi tersebut mulai membaik setelah harga yang sempat menembus Rp120 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp70 ribu per kilogram.

Meski masih berada di atas harga normal sekitar Rp60 ribu per kilogram, tren penurunan tersebut dinilai menunjukkan pasokan mulai kembali membaik.

Untuk minyak goreng, ketersediaannya juga dipastikan mencukupi. Harga minyak goreng premium berada di kisaran Rp18 ribu per liter, sedangkan Minyakita yang disalurkan Bulog dijual sesuai harga eceran tertinggi sebesar Rp15.700 per liter.

Sementara itu, harga bawang merah tercatat berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Meski sedikit lebih tinggi dari harga normal sekitar Rp40 ribu per kilogram, kondisi tersebut dinilai masih stabil.

Haryono juga menjelaskan adanya perbedaan harga antar pasar dipengaruhi oleh rantai distribusi. Di Pasar Sentral misalnya, sebagian besar pedagang merupakan pengecer, sedangkan di Pasar Andalas maupun Pasar Rabu terdapat distributor yang menjual dengan harga lebih rendah.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan terjadi lonjakan harga apabila menemukan perbedaan harga antar pasar, sebab kondisi tersebut merupakan bagian dari mekanisme distribusi perdagangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....