Perubahan Iklim dan Keterbatasan Teknologi Jadi Tantangan Petani Gorontalo
- 02 Jul 2026 11:30 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Perubahan iklim, keterbatasan akses teknologi, hingga meningkatnya biaya produksi masih menjadi tantangan yang dihadapi petani di Provinsi Gorontalo. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap produktivitas pertanian dan memerlukan perhatian bersama agar sektor pertanian tetap mampu berkembang.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Gorontalo, Ardi Praptono, mengatakan perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil produksi pertanian. Menurutnya, perubahan pola cuaca dalam beberapa waktu terakhir memberikan dampak terhadap produktivitas lahan.
“Kami melihat bahwa perubahan iklim dan keterbatasan akses teknologi ini menjadi tantangan besar bagi petani Gorontalo. Jadi ini ada perubahan iklim beberapa waktu yang lalu, kita juga ada hujan. Tentu ini juga memengaruhi produktivitas kita,” ujar Ardi.
Ardi menjelaskan, keterbatasan akses teknologi juga masih menjadi persoalan karena sebagian besar petani di Gorontalo memiliki luas lahan yang relatif kecil. Kondisi tersebut membuat penerapan mekanisasi pertanian belum dapat dilakukan secara optimal.
“Akses teknologi ini saya kira juga menjadi persoalan bagi para petani, terutama petani kita ini kan luas kepemilikannya sangat relatif kecil, sehingga mekanisasi itu belum bisa optimal,” katanya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa ketersediaan air pada musim kemarau serta meningkatnya biaya produksi dan transportasi turut menjadi tantangan yang dihadapi petani.
“Kemudian juga ketersediaan air, ini musim kemarau bahkan ini sudah tujuh hari mungkin kita belum ada hujan di Gorontalo. Kemudian juga saya kira biaya produksi terus meningkat, dari sisi lain biaya transportasi meningkat, tentu akan menambah biaya dari yang diusahakan oleh para petani kita,” tambah Ardi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....