Boalemo Catat TFR 2,15, Pemda Perkuat Program KB Berkualitas

  • 29 Jun 2026 09:59 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kabupaten Boalemo mencatat angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,15, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Gorontalo yang berada di angka 2,30. Kondisi ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam merencanakan keluarga.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boalemo, Robert Pauweni, mengatakan capaian tersebut tidak hanya dipandang sebagai keberhasilan menekan angka kelahiran, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas.

"Untuk Provinsi Gorontalo mencatat penurunan angka kelahiran total atau TFR hingga sekitar 2,30. Kalau kita tarik ke Kabupaten Boalemo, kita sudah berada di angka 2,15. Artinya, angka ini lebih rendah dari rata-rata provinsi yang berada di angka 2,30," kata Robert, Senin 29 Juni 2026.

Menurutnya, rendahnya angka TFR menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam merencanakan jumlah anak dan waktu kelahiran. Namun, pemerintah daerah tidak semata-mata berfokus pada penurunan angka kelahiran.

"Bagi kami Pemerintah Daerah melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, angka ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam merencanakan keluarga yang semakin meningkat. Namun, kami tidak melihat angka ini hanya sebagai keberhasilan menurunkan angka kelahiran, tetapi yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap anak yang lahir benar-benar sehat, cerdas, serta mendapatkan pengasuhan yang baik," ucapnya.

Robert menjelaskan, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program untuk menjaga kualitas pembangunan keluarga. Salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga.

"Kami memperkuat edukasi terkait program Keluarga Berencana dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya perencanaan jumlah dan jarak kelahiran dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas," ujarnya.

Selain edukasi, pemerintah juga meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana agar lebih mudah dijangkau masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Boalemo.

"Kami juga meningkatkan pelayanan kontrasepsi dengan memastikan akses pelayanan keluarga berencana mudah, aman, dan berkualitas di seluruh wilayah Kabupaten Boalemo," tambah Robert.

Ia berharap berbagai upaya tersebut tidak hanya mampu mempertahankan angka TFR pada level ideal, tetapi juga mendukung lahirnya generasi yang sehat, berkualitas, dan siap memanfaatkan momentum bonus demografi di masa mendatang. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....