Waspada Bencana, Warga Gorut Diimbau Tak Tanam Jagung di Lereng

  • 27 Jun 2026 13:54 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO - Kesadaran masyarakat dalam menyikapi perubahan iklim yang memicu bencana banjir dan tanah longsor sangat diperlukan. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan aktivitas penanaman jagung di lahan dengan kemiringan curam yang saat ini masih marak terjadi.

Sebagai daerah yang rawan bencana, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) senantiasa mengingatkan warganya agar terus mewaspadai dampak perubahan iklim.

"Berbagai aktivitas dari oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti pengrusakan hutan dan kawasan strategis lainnya, menjadi pemicu utama banjir dan tanah longsor di daerah ini. Oleh karena itu, upaya sosialisasi dan pemberian pemahaman intensif terus kami lakukan," ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi.

Menurut Abdul Wahab, aktivitas warga yang masih menanam jagung di wilayah kemiringan menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintah daerah.

"Kurangnya kesadaran masyarakat yang tetap menanam di wilayah lereng menyebabkan sedimen tanah tergerus ke bawah. Hal ini berdampak buruk pada lingkungan sekitar dan memicu terjadinya bencana banjir serta tanah longsor," tambahnya.

Pemerintah daerah melalui Asisten I berharap seluruh masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara menghentikan aktivitas pertanian di lahan miring yang dinilai dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.

Mengantisipasi kejadian bencana secara dini sangat penting dilakukan oleh semua komponen. Pemkab Gorontalo Utara bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait terus bersatu padu melakukan mitigasi demi membangun Gorontalo Utara yang lebih aman dan maju di masa depan.


google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....