BAZNAS Gorontalo Perkuat Ekonomi Melalui Program Pemberdayaan Berkelanjutan

  • 27 Jun 2026 09:54 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program berbasis zakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas bertema "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat" yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo di Pondok Pesantren Putra Mandiri, Kamis 25 Juni 2026.

Pada kesempatan itu, Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, Hamka Arbie, menyerahkan secara simbolis bantuan uang tunai kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Asrul Lasapa, mewakili Kepala Kanwil Kemenag, serta Ketua Yayasan Putra Mandiri, Raden Sahi.

Dalam sambutannya, Hamka Arbie memaparkan realisasi penyaluran dana zakat yang telah mencapai sekitar Rp1 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai program pemberdayaan, di antaranya bantuan UMKM sebesar Rp658 juta, ekonomi produktif Rp216 juta, pembangunan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) Rp125 juta, layanan kesehatan Rp134 juta, sektor pendidikan Rp83,5 juta, serta bantuan modal usaha bagi pengemudi bentor senilai Rp75 juta.

Menurut Hamka, keterbukaan informasi mengenai program-program BAZNAS penting dilakukan agar masyarakat memahami bahwa dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga digunakan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi penerima manfaat.

Salah satu program yang disorot ialah bantuan penggantian kepala bentor bagi 10 pengemudi bentor. Setelah menerima bantuan dan pendampingan selama dua bulan, para penerima manfaat mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berinfak melalui BAZNAS.

"Transformasi dari mustahik menjadi muzaki memang tidak mudah. Namun, melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap para penerima manfaat dapat meningkatkan usahanya hingga nantinya mampu menjadi orang yang berzakat dan berinfak melalui BAZNAS," ujar Hamka.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh dana yang dikelola BAZNAS bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang mempercayakan penyalurannya kepada BAZNAS.

Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan umat di Provinsi Gorontalo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....