Pemkab Gorontalo Perluas Penerapan Transaksi QRIS di Pasar Tradisional

  • 12 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Bank Indonesia dan perbankan memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari sebelumnya hanya untuk pembayaran retribusi, kini menjadi media transaksi jual-beli di pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk mendorong digitalisasi ekonomi dan memudahkan pedagang serta masyarakat bertransaksi.

Upaya tersebut dilakukan melalui Roadshow PASAR PASIARI (Pasar Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS) yang menyasar tiga pasar tradisional di Kabupaten Gorontalo dalam rangka menyongsong Pekan QRIS Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini melibatkan Bank SulutGo (BSG), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Muamalat.

“Sebelumnya, pembayaran non-tunai di pasar umumnya baru diterapkan untuk retribusi. Melalui roadshow ini, kita mendorong agar QRIS juga digunakan dalam transaksi jual-beli harian antara pedagang dan pembeli,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Viktor Asiku, Selasa 11 Agustus 2026.

Menurut Viktor, penggunaan QRIS memberikan sejumlah manfaat bagi pedagang maupun masyarakat. Selain mengurangi risiko peredaran uang palsu, transaksi digital dapat membantu pedagang memiliki pencatatan keuangan yang lebih tertib serta mengatasi persoalan ketersediaan uang pecahan kecil sebagai uang kembalian.

“Dengan QRIS, pembayaran menjadi lebih tepat sesuai nilai transaksi. Pedagang juga dapat memiliki pencatatan keuangan yang lebih rapi dan transparan,” jelasnya.

Roadshow PASAR PASIARI di Kabupaten Gorontalo dilaksanakan di tiga lokasi. Kegiatan di Pasar Hulawa, Kecamatan Telaga, telah dilaksanakan pada Jumat sebelumnya. Selanjutnya, roadshow berlangsung di Pasar Kayubulan, Kecamatan Limboto, pada Selasa 11 Agustus 2026, dan akan dilanjutkan di Pasar Kaliyoso, Kecamatan Dungaliyo, pada Sabtu mendatang.

Viktor juga menegaskan, kolaborasi antara Pemkab Gorontalo, BI, BSG, BRI, dan Bank Muamalat sangat penting dalam mempercepat transformasi digital ekonomi daerah. Digitalisasi pasar, menurutnya, diharapkan tidak berhenti pada penggunaan teknologi pembayaran, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem perdagangan yang lebih tertib, efisien, dan modern.

“Kolaborasi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo dalam mendorong dan mengakselerasi transformasi digitalisasi ekonomi daerah,” pungkas Viktor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....