Inflasi Pendidikan di Indonesia Dinilai Masih Tinggi

  • 27 Jun 2026 12:35 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Inflasi di sektor pendidikan di Indonesia masih menunjukkan tren kenaikan setiap tahun. Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian karena laju pertumbuhan biaya pendidikan lebih tinggi dibandingkan sejumlah kebutuhan konsumsi lainnya, termasuk bahan pokok.

Akademisi Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rifi Fajrina, mengatakan inflasi pendidikan di Indonesia secara umum terus terjadi setiap tahun dengan rata-rata kenaikan berkisar tiga persen hingga di bawah sepuluh persen. Menurutnya, kenaikan biaya pendidikan tidak hanya terjadi di jenjang perguruan tinggi, tetapi juga pada pendidikan dasar.

“Kalau kita melihat trennya, inflasi di bidang pendidikan memang terjadi setiap tahun. Bahkan, kenaikannya cenderung lebih tinggi dibandingkan inflasi pada kebutuhan pokok maupun kelompok konsumsi lainnya,” ujar Rifi Fajrina.

Ia menjelaskan, tingginya laju inflasi pendidikan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama keluarga yang tengah mempersiapkan biaya pendidikan anak. Kenaikan biaya yang berlangsung secara konsisten setiap tahun membuat kebutuhan dana pendidikan terus bertambah.

Rifi juga menyoroti laju pertumbuhan inflasi pendidikan di Indonesia yang dinilai lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara di kawasan ASEAN, seperti Malaysia dan Singapura. Padahal, meski biaya pendidikan di negara-negara tersebut relatif lebih mahal, peningkatan inflasinya disebut tidak secepat Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar akses masyarakat terhadap pendidikan tetap terjaga. Selain itu, orang tua juga disarankan mulai melakukan perencanaan keuangan sejak dini agar mampu mengantisipasi kenaikan biaya pendidikan pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....