BNNP Gorontalo: Ancaman Narkotika Meningkat, Generasi Muda Harus Dilindungi

  • 26 Jun 2026 01:35 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus menunjukkan tren peningkatan di Indonesia.

Kepala BNNP Gorontalo, Sri Bardiyati, mengatakan peredaran dan penyalahgunaan narkotika kini telah merambah seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Ancaman tersebut tidak lagi mengenal batas profesi, usia maupun status sosial.

“Ancaman narkotika sudah masuk ke semua lini, baik di desa maupun di kota. Tidak memandang apakah pegawai, swasta, nelayan, maupun generasi muda. Semua harus waspada karena ancamannya sangat luar biasa,” ujar Sri Bardiyati kepada RRI, Kamis 25 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan data prevalensi penyalahgunaan narkotika nasional, angka pengguna narkotika mengalami peningkatan dari 1,71 persen atau sekitar 3,5 juta penduduk pada tahun 2023 menjadi 2,1 persen atau setara 4,5 juta penduduk pada tahun 2025.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi sinyal bahwa seluruh elemen bangsa perlu memperkuat upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkotika.

Sri Bardiyati menegaskan, penanganan persoalan narkotika tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum atau BNN semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, media massa hingga masyarakat itu sendiri.

“Harus ada gerakan bersama untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada masyarakat. Mereka harus mengenali bahaya dan ciri-ciri penyalahgunaan narkotika agar tidak mudah terjebak,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menjadi sasaran sindikat narkotika. Para pelaku peredaran gelap narkoba terus mencari berbagai modus untuk merekrut dan menjebak anak-anak muda agar terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Menurut Sri, jika penyalahgunaan narkotika terus meningkat, dampaknya tidak hanya merugikan individu dan keluarga, tetapi juga mengancam masa depan bangsa karena berpotensi melahirkan generasi yang kehilangan produktivitas.

“Hati-hati, para sindikat narkotika menggunakan berbagai cara untuk mengedarkan barang haram ini. Jika generasi muda banyak yang terjerumus, maka ini sangat berbahaya bagi masa depan bangsa,” tegasnya.

BNNP Gorontalo mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berperan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan meningkatkan pengawasan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....