Lomba Bertutur, Wadah Generasi Kreatif

  • 13 Jun 2026 08:33 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID,Gorontalo - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar melalui pelaksanaan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Gorontalo Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 10 hingga 11 Juni 2026 ini sukses digelar di Aula Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo dengan diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ada di Kota Gorontalo.

Lomba bertutur merupakan salah satu program strategis yang dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali isi bacaan dalam bentuk cerita yang menarik. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya dituntut mampu menghafal sebuah cerita, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya dan menyampaikannya dengan ekspresi, intonasi, serta penghayatan yang baik.

Selama dua hari pelaksanaan lomba, suasana aula dipenuhi semangat dan antusiasme para peserta yang tampil bergantian membawakan cerita pilihan mereka. Berbagai kisah rakyat, cerita daerah, hingga cerita inspiratif ditampilkan dengan penuh penghayatan. Masing-masing peserta berusaha memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri, guru pendamping, serta para tamu undangan yang hadir.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo, Siti Dahlia Syarief, mengatakan bahwa lomba bertutur menjadi salah satu sarana efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sekaligus membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, budaya membaca harus terus ditanamkan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak memiliki wawasan yang luas dan kemampuan berkomunikasi yang baik.

"Lomba bertutur bukan sekadar mencari pemenang, tetapi lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi anak-anak untuk mencintai buku, memahami isi bacaan, serta berani tampil di depan umum. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap budaya literasi di Kota Gorontalo dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat," ujarnya.

Dalam pelaksanaan lomba, panitia menghadirkan tiga dewan juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang literasi, pendidikan, serta seni bertutur. Mereka adalah Hasdin Danial, Raihan Lahidjun, dan Upik Najamudin. Ketiga juri melakukan penilaian secara objektif berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya penguasaan materi cerita, teknik bertutur, ekspresi, intonasi, artikulasi, penampilan, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan moral yang terkandung dalam cerita.

Menurut dewan juri, kualitas peserta tahun ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Banyak peserta yang mampu tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan bertutur yang menarik. Meski demikian, masih diperlukan pembinaan dan latihan yang berkelanjutan agar kemampuan peserta dapat terus meningkat dan berkembang pada masa yang akan datang.

Selain menjadi ajang kompetisi, lomba bertutur juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal melalui pengenalan cerita rakyat dan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital, keberadaan kegiatan seperti ini dinilai sangat penting untuk menjaga kecintaan anak-anak terhadap buku dan warisan budaya bangsa.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat selama dua hari pelaksanaan, para peserta terbaik akhirnya berhasil ditetapkan sebagai pemenang. Namun demikian, seluruh peserta yang mengikuti lomba mendapatkan apresiasi atas usaha, semangat, dan keberanian mereka dalam mengikuti kompetisi tersebut.

Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo, Siti Dahlia Syarief, SH., MH. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang yang telah berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan mengharumkan nama sekolah masing-masing.

Siti Dahlia menegaskan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam sebuah perlombaan. Menurutnya, pengalaman, proses belajar, dan keberanian untuk tampil merupakan pencapaian yang tidak kalah penting bagi perkembangan anak-anak.

Kepada peserta yang belum berhasil meraih juara, ia memberikan pesan motivasi agar tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai alasan untuk berhenti belajar dan berkarya.

"Anak-anakku yang belum berhasil menjadi pemenang pada tahun ini, jangan pernah berkecil hati. Teruslah belajar, membaca lebih banyak buku, berlatih berbicara dan bertutur, serta mengembangkan kompetensi yang kalian miliki. Jadikan pengalaman hari ini sebagai bekal untuk menjadi lebih baik di masa depan. Saya yakin dengan semangat dan kerja keras, pada tahun berikutnya kalian akan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi dan bahkan menjadi juara," pesannya.

Ia juga mengajak para guru dan orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak dalam mengembangkan kemampuan literasi. Menurutnya, keberhasilan membangun budaya baca tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi memerlukan kerja sama seluruh pihak, termasuk keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

Dengan berakhirnya Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Gorontalo Tahun 2026, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk semakin gemar membaca, mencintai buku, melestarikan budaya daerah, serta meningkatkan kemampuan komunikasi yang baik. Kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan melalui budaya literasi yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....