Herwin Mopangga: Blue Green Gold Economy, Arah Baru Pembangunan Ekonomi Gorontalo
- 05 Agt 2026 10:25 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Gorontalo, Herwin Mopangga, menawarkan konsep Integrated Blue-Green-Gold Economy sebagai arah baru pembangunan ekonomi Gorontalo yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Gagasan tersebut disampaikan dalam catatan menjelang Pelantikan Pengurus ISEI Cabang Gorontalo Periode 2026–2029 yang berlangsung di Ballroom Bank Indonesia Kantor Perwakilan Gorontalo, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurut Herwin, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi ketimpangan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai Gorontalo kini memasuki fase baru pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi yang terus menguat, investasi yang mulai meningkat, serta tren penurunan kemiskinan dan ketimpangan.
Herwin menegaskan, sektor agromaritim tetap menjadi fondasi utama pembangunan daerah karena menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekaligus sumber penghidupan masyarakat di wilayah pedesaan dan pesisir. Namun, ia mengingatkan bahwa komoditas pertanian dan perikanan perlu didorong menuju hilirisasi agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
"Jagung tidak seharusnya hanya dijual sebagai jagung pipilan, tetapi dikembangkan menjadi pakan ternak, tepung, makanan olahan, bahkan bioindustri. Demikian pula hasil perikanan perlu diolah menjadi produk bernilai tambah dan berorientasi ekspor," kata Herwin.
Di sisi lain, beroperasinya Pani Gold Project di Kabupaten Pohuwato dinilai membuka peluang lahirnya mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Gorontalo. Namun, Herwin mengingatkan agar pengembangan sektor pertambangan tidak terjebak pada fenomena resource curse, melainkan menjadi penggerak industrialisasi, penguatan UMKM, peningkatan penggunaan produk lokal, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.
Selain sektor agromaritim dan pertambangan, Herwin menilai pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki prospek besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masa depan. Kekayaan wisata bahari, budaya Hulonthalo, kerajinan Karawo, hingga kuliner lokal harus dikembangkan melalui konsep pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan daya dukung lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi hingga ke masyarakat desa.
"Integrated Blue-Green-Gold Economy mengintegrasikan tiga kekuatan utama Gorontalo, yakni Green Economy berbasis agromaritim, Gold Economy melalui pertambangan yang bertanggung jawab, dan Blue Economy yang bertumpu pada pariwisata bahari serta ekonomi kreatif," ucapnya.
Ia menjelaskan, ketiga pilar tersebut harus dipertemukan melalui hilirisasi, industrialisasi, inovasi, dan penguatan rantai nilai lokal sehingga mampu menghasilkan produk unggulan berorientasi ekspor dengan melibatkan tenaga kerja lokal yang semakin kompeten.
Herwin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan kebijakan fiskal dalam menciptakan iklim investasi, menjaga stabilitas inflasi, memperkuat infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas pembiayaan bagi UMKM. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil sekaligus inklusif.
Sebagai organisasi profesi, ISEI diharapkan mampu berperan sebagai regional policy think tank yang menjembatani hasil riset akademik dengan kebutuhan kebijakan publik. Melalui kajian dan rekomendasi berbasis bukti, ISEI diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi Gorontalo yang adaptif terhadap dinamika global sekaligus berakar pada potensi lokal.
Herwin menegaskan, tujuan akhir pembangunan bukan sekadar mengejar tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Yang lebih penting adalah memastikan pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, menjaga daya saing daerah, mengendalikan inflasi, serta mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang. Menurutnya, integrasi sektor agromaritim, pertambangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif akan menjadi kunci agar Gorontalo tumbuh lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....