Dominasi Jagung Pakan, Gorontalo Mulai Bidik Pengembangan Jagung Pangan
- 11 Jun 2026 17:56 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Provinsi Gorontalo diharapkan menjadi momentum untuk mendorong pengembangan jagung pangan di daerah. Selama ini, sebagian besar produksi jagung Gorontalo masih didominasi untuk kebutuhan pakan ternak.
Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (APPJI) Perwakilan Provinsi Gorontalo, Jasin Mohammad, mengatakan sekitar 98 persen jagung yang ditanam petani di Gorontalo diperuntukkan bagi kebutuhan pakan ternak.
“Jagung yang kita tanam di Gorontalo itu mungkin 98 persen untuk pakan, 2 persen untuk pangan. Tapi alhamdulillah di tahun 2026 ini saya mendengar informasi bahwa Kementerian Pertanian akan menguji coba 5.000 hektare untuk jagung pangan,” ujar Jasin.
Menurutnya, program tersebut berpotensi membuka peluang baru bagi petani Gorontalo dalam mengembangkan jagung untuk kebutuhan pangan. Bahkan, ia menyebut akan ada kerja sama dengan investor dari Korea Selatan untuk mendukung pengembangan tersebut.
“Insya Allah nanti ada MoU dengan salah satu investor yang ada di Korea. Tentunya dengan PENAS ini kami dari para pengusaha di daerah Gorontalo akan men-support kegiatan ini,” katanya.
Jasin menjelaskan, dominasi jagung hibrida untuk kebutuhan pakan menjadi salah satu alasan berkembangnya aktivitas perdagangan jagung di Gorontalo. Karena itu, pengembangan jagung pangan diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperluas pasar bagi hasil produksi petani.
Ia juga menyatakan kesiapan pelaku usaha jagung untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menyukseskan PENAS KTNA XVII.
“Kami akan memberikan kontribusi dan bersama-sama dengan pemerintah daerah serta perguruan tinggi untuk sama-sama menyukseskan kegiatan ini,” tutupnya.
PENAS KTNA XVII di Gorontalo diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan, inovasi, dan peluang kerja sama yang dapat memperkuat sektor pertanian nasional, termasuk pengembangan komoditas jagung di Provinsi Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....