BPBD Kota Gorontalo Intensifkan Edukasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Gempa Bumi
- 09 Jun 2026 09:18 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kota Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan.
Kepala BPBD Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu, mengatakan hingga saat ini gempa bumi masih menjadi bencana yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, langkah yang dapat dilakukan pemerintah adalah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat.
"Untuk ancaman gempa bumi, kita ketahui bersama bahwa sampai saat ini belum bisa diprediksi. Karena itu BPBD Kota Gorontalo terus memberikan sosialisasi informasi dan melaksanakan simulasi di berbagai lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat," ujar Hendry Ticoalu saat diwawancarai, Senin 8 Juni 2026.
Menurut Hendry, edukasi kebencanaan telah dilaksanakan di lingkungan masyarakat maupun sekolah-sekolah. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.
Ia menjelaskan, sebagian masyarakat masih menganggap simulasi kebencanaan sebagai hal yang kurang penting karena belum pernah mengalami dampak langsung dari bencana gempa bumi. Selain itu, tingkat pemahaman masyarakat terhadap materi mitigasi juga berbeda-beda sehingga membutuhkan pendekatan yang beragam.
"Tidak semua masyarakat memiliki tingkat pemahaman yang sama. Ada yang cepat menangkap informasi, tetapi ada juga yang harus diberikan penjelasan lebih rinci bahkan disertai contoh langsung agar bisa memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana," jelasnya.
| Baca juga: Ombudsman Gorontalo Edukasi Mahasiswa KKN |
Selain faktor pemahaman masyarakat, kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri dalam penyusunan strategi mitigasi. Menurut Hendry, karakteristik wilayah pesisir, perkotaan, hingga kawasan perbukitan membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam penanganan risiko bencana.
Terkait koordinasi penanganan gempa bumi, BPBD Kota Gorontalo terus menjalin komunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD Provinsi Gorontalo untuk memastikan informasi kebencanaan dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.
Hendry mencontohkan, saat muncul informasi terkait potensi tsunami akibat gempa bumi beberapa waktu lalu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Gorontalo dan turun ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Saat itu, kata Hendry, sempat terjadi kepanikan di salah satu sekolah di Kota Gorontalo karena adanya informasi yang beredar mengenai ancaman tsunami. Setelah dilakukan pengecekan, kepanikan justru berasal dari sejumlah orang tua murid yang salah memahami informasi tersebut.
"Kami turun langsung memberikan penjelasan bahwa informasi potensi tsunami berada di wilayah Gorontalo bagian utara, sementara Kota Gorontalo berada di wilayah selatan sehingga masyarakat tidak perlu panik. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dipahami secara utuh," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....