Pelestari Mangrove Soroti Penyusutan Hutan Mangrove di Pesisir Pohuwato

  • 05 Jun 2026 12:36 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Pohuwato – Penyusutan kawasan hutan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Pohuwato mulai menimbulkan dampak nyata bagi masyarakat. Kondisi tersebut disampaikan pelestari mangrove asal Kampung Torosiaje, Umar Pasandre, yang menilai berkurangnya luasan mangrove telah memengaruhi ketersediaan sumber daya perikanan hingga kualitas air di kawasan pesisir.

Menurut Umar, masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Popayato Group, pernah merasakan manfaat besar dari keberadaan hutan mangrove. Pada dekade 1990-an hingga awal tahun 2000-an, hasil tangkapan ikan di sekitar pesisir masih melimpah dan mudah diperoleh nelayan.

“Dulu masyarakat masih bisa menangkap ikan teri atau ikan putih di sekitar pesisir. Sekarang potensi itu sudah hampir tidak ada lagi,” ujar Umar kepada RRI pada Kamis 4 Juni 2026.

Ia menjelaskan, selain berkurangnya hasil tangkapan ikan, perubahan kondisi lingkungan pesisir juga terlihat dari kualitas air sumur warga yang berada dekat garis pantai. Jika sebelumnya air sumur masih dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, kini sebagian besar sudah terasa asin dan tidak layak dikonsumsi.

Menurut Umar, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan berkurangnya fungsi ekologis mangrove sebagai penahan intrusi air laut ke daratan.

“Dulu masyarakat masih menggunakan air sumur yang dekat pantai untuk minum dan memasak. Sekarang banyak yang sudah asin,” katanya.

Tak hanya itu, Umar juga menyoroti berkurangnya keanekaragaman hayati di kawasan pesisir. Salah satu yang paling dirasakan adalah semakin sulit ditemukannya burung maleo yang dahulu banyak dijumpai di sepanjang pesisir Pohuwato hingga kawasan Tanjung Panjang.

Ia mengaku pernah terlibat dalam kegiatan pemantauan dan perlindungan habitat satwa tersebut. Namun kini, keberadaan maleo di kawasan pesisir dan sekitar hutan mangrove semakin jarang ditemukan.

“Dulu kawasan pesisir hingga Tanjung Panjang banyak menjadi lokasi bertelur burung maleo. Sekarang sudah sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada lagi di kawasan pesisir,” ungkapnya.

Umar berharap upaya pelestarian mangrove terus diperkuat guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas. Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya penting bagi ekosistem pesisir, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sumber daya laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....