KKMD: Hutan Mangrove Gorontalo Menyusut Akibat Pembukaan Tambak

  • 18 Mei 2026 13:49 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Cakupan hutan mangrove di Provinsi Gorontalo dilaporkan mulai mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan, terutama untuk pembukaan tambak di sejumlah wilayah pesisir.

Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo, Hoerudin, mengatakan kawasan mangrove di Gorontalo tersebar di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo Utara, dan Kabupaten Boalemo.

“Luas mangrove existing di tiga kabupaten itu sekitar 9.042 hektare. Artinya mangrove yang masih dalam kondisi baik, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan,” ujar Hoerudin.

Selain itu, terdapat sekitar 13.855 hektare kawasan mangrove potensial yang dinilai masih dapat dipulihkan. Kawasan tersebut umumnya merupakan wilayah yang mengalami abrasi maupun telah beralih fungsi menjadi tambak.

Menurut Hoerudin, kerusakan mangrove di Gorontalo mayoritas disebabkan pembukaan lahan tambak oleh masyarakat, termasuk di kawasan hutan.

“Lebih banyak kerusakan mangrove karena pembukaan tambak. Bahkan ada tambak yang berada di dalam kawasan hutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk melakukan pemulihan kawasan mangrove secara bertahap.

Melalui Kelompok Kerja Mangrove Daerah, pemerintah terus mendorong edukasi, kolaborasi, serta mediasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Hoerudin berharap upaya rehabilitasi dan pemulihan mangrove dapat terus diperkuat agar tutupan lahan mangrove di Provinsi Gorontalo kembali meningkat di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....