Aktivis Pemuda Soroti Tantangan Pancasila di Era Digital
- 01 Jun 2026 20:22 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Momentum Hari Lahir Pancasila dinilai menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Aktivis kepemudaan sekaligus kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Altio Prasetyo Lenggato, mengatakan tantangan terbesar pengamalan Pancasila saat ini berada di ruang digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan ancaman berupa penyebaran hoaks, perundungan siber, intoleransi, hingga meningkatnya sikap individualisme di kalangan masyarakat.
“Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat. Ruang digital harus dimanfaatkan secara bijak agar tidak menjadi sarana penyebaran hoaks, perpecahan, maupun tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya ketika diwawancarai, Minggu 31 Mei 2026.
Altio menjelaskan, nilai-nilai Pancasila tetap relevan diterapkan dalam kehidupan digital. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, misalnya, dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati antarumat beragama dan menghindari penyebaran ujaran kebencian berbasis agama di media sosial.
Sementara pada sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, generasi muda diharapkan mampu menghormati hak asasi manusia serta menghindari praktik perundungan siber yang kerap terjadi di berbagai platform digital.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah maraknya informasi yang belum tentu benar, terlebih dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang berpotensi dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi menyesatkan.
“Anak muda harus lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang dapat memicu disintegrasi sosial,” katanya.
Selain itu, Altio mengingatkan pentingnya menjaga data pribadi di era digital sebagai bagian dari implementasi nilai keadilan sosial. Menurutnya, meningkatnya kasus penyalahgunaan data pribadi menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius.
Ia menilai kemajuan teknologi juga berpotensi mengurangi budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Karena itu, generasi muda didorong untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dan tidak terjebak pada sikap individualistis.
Dalam momentum Hari Lahir Pancasila, Altio mengajak generasi muda untuk terus mengampanyekan identitas kebangsaan melalui pelestarian budaya, penggunaan bahasa Indonesia yang baik, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa dan negara.
“Pancasila harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital, agar persatuan dan keutuhan bangsa tetap terjaga di tengah tantangan zaman,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....