Jayadi Ibrahim: Pancasila Harus Hidup dalam Kehidupan Sehari-hari
- 31 Mei 2026 14:46 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pancasila dinilai tetap relevan sebagai ideologi pemersatu bangsa yang menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tokoh Masyarakat Gorontalo, Jayadi Ibrahim, mengatakan Hari Lahir Pancasila merupakan tonggak sejarah yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya memiliki ideologi pemersatu di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Momentum ini harus dimaknai bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebagai pengingat bahwa Pancasila merupakan fondasi sekaligus arah pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Menurut Jayadi, semangat persatuan dan gotong royong di lingkungan masyarakat saat ini pada dasarnya masih terjaga dengan baik, terutama dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Namun, ia mengingatkan adanya tantangan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi informasi.
“Potensi perpecahan akibat penyebaran hoaks di media sosial perlu menjadi perhatian bersama. Kerukunan harus terus dipupuk agar tidak mudah tergerus oleh isu-isu intoleransi maupun provokasi,” katanya.
Ia menilai perkembangan teknologi memiliki pengaruh besar terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila, khususnya di kalangan generasi muda. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih relevan dengan kehidupan anak muda saat ini agar nilai-nilai Pancasila dapat dipahami dan diamalkan secara nyata.
Jayadi menyarankan penguatan pemahaman Pancasila dilakukan melalui diskusi kreatif, pemanfaatan media sosial untuk kampanye positif, serta penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari seperti saling menghargai dan bergotong royong.
Selain itu, pendidikan moral dan kewarganegaraan di sekolah juga perlu diperkuat sejak jenjang dasar hingga menengah. Peran keluarga juga dinilai sangat penting dalam menanamkan fondasi karakter dan mental yang kuat kepada anak sejak usia dini.
“Kegiatan-kegiatan yang menanamkan nilai gotong royong masih ada, namun perlu dibangkitkan kembali terutama kepada anak-anak usia dini agar nilai-nilai Pancasila tidak tenggelam oleh perkembangan zaman yang semakin canggih,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....