Pertuni Menilai Tenaga Pendidik untuk Pendidikan Inklusif Masih Kurang

  • 01 Jun 2026 09:45 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, di Provinsi Gorontalo masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dalam mendampingi peserta didik tunanetra.

Ketua DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Provinsi Gorontalo, Ardin Rahman, mengatakan kebutuhan guru yang memahami metode pembelajaran bagi penyandang tunanetra masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Menurut Ardin, keterbatasan tenaga pendidik tersebut berdampak pada akses pendidikan bagi penyandang tunanetra yang ingin memperoleh layanan belajar sesuai kebutuhan mereka.

“Untuk pendidikan, saat ini masih ada kekurangan tenaga pendidik bagi tunanetra. Ini menjadi salah satu tantangan dalam upaya memberikan akses pendidikan yang layak bagi penyandang disabilitas netra di Gorontalo,” ujarnya.

Selain faktor tenaga pendidik, Ardin menilai kondisi lingkungan dan dukungan sosial juga memengaruhi kesempatan penyandang tunanetra untuk mengenyam pendidikan. Tidak semua penyandang tunanetra memiliki lingkungan yang mendukung untuk melanjutkan pendidikan, baik dari sisi aksesibilitas maupun pendampingan.

Ia menjelaskan, sejumlah penyandang tunanetra masih menghadapi hambatan dalam memperoleh pendidikan karena keterbatasan fasilitas dan minimnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan inklusif.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan inklusif tidak hanya membutuhkan penambahan tenaga pendidik yang kompeten, tetapi juga dukungan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Ardin berharap pemerintah daerah dapat terus memperkuat layanan pendidikan inklusif melalui peningkatan kapasitas guru, penyediaan sarana pendukung, serta perluasan akses pendidikan bagi seluruh penyandang disabilitas di Gorontalo.

Dengan langkah tersebut, diharapkan setiap warga negara, termasuk penyandang tunanetra, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....