Perpusnas Libatkan 4 Relima Gorontalo untuk Gerakan Literasi Masyarakat

  • 19 Mei 2026 16:11 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menggandeng empat orang Relawan Literasi Masyarakat (Relima) di Provinsi Gorontalo untuk memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat. Keempat relawan tersebut diharapkan mampu membangkitkan budaya baca serta meningkatkan kecakapan literasi masyarakat di daerah masing-masing.

Keterlibatan empat Relima Gorontalo diumumkan dalam sosialisasi program Relawan Literasi Masyarakat secara virtual, Senin 18 Mei 2026. Mereka ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Perpusnas Nomor 98 Tahun 2026 tentang Penetapan Relima Tahun 2026.

Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz, mengatakan Relima menjadi program prioritas karena dinilai mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat dalam penguatan budaya literasi.

“Relima menjadi pilihan prioritas bahkan berdampak kepada masyarakat. Relima ini bentuk intervensi menjadi katalisator sekaligus menjadi penggerak literasi di masyarakat,” ujar Aminudin dalam sambutannya.

Adapun empat Relima asal Gorontalo yang dilibatkan yakni Apris Nawu untuk lokus Kabupaten Bone Bolango, Parmin Ishak di Kabupaten Gorontalo Utara, Jabir Samsuidin Usia di Kabupaten Pohuwato, serta Fitri Fathia Paramita Kinanti dengan lokus Kota Gorontalo.

Empat daerah tersebut menjadi bagian dari upaya strategis Perpusnas dalam memperkuat peran perpustakaan desa, taman baca masyarakat (TBM), hingga perpustakaan rumah ibadah sebagai pusat literasi masyarakat.

Menurut Aminudin, wilayah-wilayah tersebut memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam akses informasi dan penguatan budaya baca. Ia optimistis Relima mampu membantu meningkatkan kualitas literasi masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Tanggung jawab Relima itu untuk mengaktifkan buku dan keberadaan perpustakaan desa, rumah ibadah dan taman baca masyarakat. Relima dalam evaluasi kegiatan tahun 2025 ini benar-benar memberikan dampak dalam kemajuan literasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kecakapan literasi merupakan cita-cita besar Perpusnas dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

“Kecakapan literasi adalah wujud dan cita-cita Perpusnas dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Relima 2026: Bergerak Bersama, Berdampak Bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Relima Gorontalo, Apris Nawu, mengatakan program Relima sebenarnya sudah mulai diperkenalkan sejak 2025 melalui kunjungan ke sejumlah perpustakaan di Gorontalo.

Ia berharap keberadaan Relima dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi motor penggerak budaya baca di daerah.

“Untuk Gorontalo sendiri tahun 2026 ada empat orang yang lolos seleksi dan dilibatkan oleh Perpusnas untuk gerakan literasi masyarakat,” kata Apris.

Diketahui, pada tahun 2025 sebanyak 180 orang dilibatkan sebagai Relawan Literasi Masyarakat. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat pada tahun 2026 menjadi 360 orang relawan di seluruh Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....