MW KAHMI Soroti Tantangan Kebangkitan Nasional di Gorontalo
- 19 Mei 2026 14:05 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Anggota Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Gorontalo, Marten Taha, menilai tantangan kebangkitan nasional saat ini semakin kompleks dibanding masa sebelumnya.
Hal itu disampaikan Marten Taha dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026. Menurutnya, kebangkitan nasional di era modern tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan.
“Kalau dulu kebangkitan nasional itu melawan penjajahan secara fisik, sekarang tantangannya lebih besar karena menyangkut kualitas sumber daya manusia, kemiskinan, pendidikan, dan kesenjangan sosial,” ujar Marten kepada RRI, Selasa 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan, semangat kebangkitan nasional harus mampu membangun kesadaran masyarakat untuk terus berkembang dan bersaing di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menciptakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat bawah.
Marten menilai, masih tingginya angka kemiskinan dan rendahnya akses pendidikan di sejumlah daerah menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan.
Karena itu, KAHMI Gorontalo berkomitmen terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemikiran, pengabdian, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.
“KAHMI akan terus hadir memberi kontribusi untuk daerah, baik melalui gagasan, pendampingan masyarakat, maupun mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap momentum Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar menjadi pengingat pentingnya persatuan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....