The Presnas Center Ajak 100 Tokoh Rumuskan Masa Depan Gorontalo

  • 22 Agt 2026 10:14 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • The Presnas Center menggelar Dialog Kebangsaan dan Temu 100 Tokoh di Hotel Aston Gorontalo.
  • Kegiatan menghadirkan Suharso Monoarfa sebagai pembicara utama.
  • Forum membahas kemajuan dan tantangan pembangunan Provinsi Gorontalo.
  • Kemiskinan dan pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah.

RRI.CO.iD, Gorontalo - Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan The Presnas Center dengan melaksanakan Dialog Kebangsaan dan Temu 100 Tokoh di Hotel Aston Gorontalo, Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan strategis tersebut menghadirkan tokoh nasional yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas periode 2019–2024, Suharso Monoarfa, sebagai pembicara utama.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Prof. Dr. Nelson Pomalingo, deklarator Provinsi Gorontalo sekaligus mantan Bupati Gorontalo dua periode, Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu selaku Ketua ICMI, Prof. Dr. Amir Archam sebagai pakar ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Gorontalo serta anggota DPRD.

Forum ini menjadi ruang kolaborasi antara tokoh masyarakat, akademisi, dan praktisi dalam merumuskan langkah nyata bagi kemajuan perekonomian daerah. Kehadiran Suharso Monoarfa memberikan perspektif mengenai pembangunan nasional yang dinilai relevan dengan kebutuhan transformasi ekonomi di tingkat lokal.

Ketua The Presnas Center, Lukman Laliyo, mengatakan The Presnas Center tumbuh dari pelabuhan perjuangan pembentukan Provinsi Gorontalo. Menurutnya, perjuangan pembentukan provinsi bukan hanya untuk membentuk akar pemerintahan sendiri, melainkan juga untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat.

“Itulah hutang moral kita terhadap para pejuang dan masyarakat Provinsi Gorontalo,” kata Lukman.

Lukman juga menyinggung kemajuan yang telah dicapai Gorontalo sejak menjadi provinsi. Di antaranya penurunan angka kemiskinan serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia.

Meski demikian, ia menilai perjalanan pembangunan masih belum selesai. Pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah, termasuk angka kemiskinan yang meskipun terus mengalami penurunan, masih menjadi tantangan bagi Gorontalo secara nasional.

Menurutnya, kemajuan yang telah diraih harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Provinsi Gorontalo.

Dalam diskusi interaktif, para peserta menyoroti tiga sektor unggulan daerah, yakni pertanian, peternakan, serta perikanan dan kelautan. Ketiga sektor tersebut dinilai menjadi fondasi utama kehidupan sebagian besar masyarakat Gorontalo sehingga pengembangannya harus menjadi prioritas.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap peran strategis Kabupaten Gorontalo yang mencakup sekitar 40 persen dari total luas Provinsi Gorontalo. Kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Gorontalo sebagai salah satu sentra vital bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Para tokoh yang hadir juga menyerap berbagai pandangan strategis terkait tantangan dan peluang pengelolaan sumber daya alam. Pembahasan mencakup optimalisasi hasil pertanian, modernisasi peternakan, hingga peningkatan produktivitas nelayan agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Melalui Dialog Kebangsaan dan Temu 100 Tokoh yang digelar The Presnas Center ini, partisipasi aktif para peserta diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Gorontalo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....