Pemprov Gorontalo Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Pangan

  • 14 Mei 2026 09:19 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat langkah pengendalian inflasi pangan menghadapi musim kemarau yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo, Mulyadi Mario kepada RRI, mengatakan berbagai intervensi telah dilakukan pemerintah untuk menjaga produksi pangan, khususnya beras dan komoditas hortikultura.

Menurutnya, pemerintah telah menyalurkan bantuan benih unggul bersertifikat dan pupuk bersubsidi bagi petani guna menjaga produktivitas pertanian di tengah potensi cuaca ekstrem.

“Untuk mengamankan produksi beras, banyak intervensi yang dilakukan di lapangan, mulai dari penyediaan benih unggul hingga bantuan pupuk bersubsidi,” ujar Mulyadi, Rabu 13 Mei 2026.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program irigasi perpompaan dan pembangunan embung sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga melakukan program cetak sawah baru seluas 879 hektare yang saat ini sudah mulai ditanami.

Mulyadi menjelaskan, tambahan luas lahan tersebut diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah dan menjaga ketersediaan stok beras masyarakat.

“Dengan kondisi lahan existing saja kita sudah aman. Sekarang ditambah lagi 879 hektare sawah baru yang sudah mulai ditanam,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian dan TNI akan kembali melakukan kerja sama pencetakan sawah tambahan dalam waktu dekat.

Selain beras, pemerintah turut mengantisipasi potensi kenaikan harga cabai dan bahan pokok lainnya menjelang Iduladha dan pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan atau PENAS yang diperkirakan menghadirkan sekitar 30 ribu peserta di Gorontalo.

Untuk menjaga stabilitas pasokan cabai, Pemprov Gorontalo menjalankan program pembagian bibit cabai dalam polybag kepada siswa SMA melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan.

Program tersebut diharapkan mampu membantu kebutuhan rumah tangga sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Kami berharap cabai yang ditanam siswa di rumah dapat membantu kebutuhan keluarga sehingga stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....