Progres Vaksinasi Ternak Sapi di Gorontalo Sudah Capai 44 Persen

  • 08 Mei 2026 18:09 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mengintensifkan upaya perlindungan kesehatan ternak sapi melalui program vaksinasi. Hingga pekan pertama bulan Mei 2026, capaian vaksinasi ternak sapi di Gorontalo telah mencapai 44 persen dari jumlah alokasi vaksin untuk Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Ramdhan Pade mengatakan, tahun ini Provinsi Gorontalo memperoleh alokasi bantuan vaksin dari pemerintah pusat untuk sekitar 15 ribu ekor sapi. Vaksin tersebut diperuntukkan bagi ternak sapi dalam kondisi sehat guna meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus mencegah penyebaran penyakit ternak di daerah.

Menurut Ramdhan, progres vaksinasi yang berjalan saat ini sudah cukup baik dan terus didorong agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai rencana.

"Gorontalo mendapat alokasi dari pusat untuk vaksin ternak sapi sebanyak 15 ribu ekor. Realisasinya sudah sekitar 44 persen sampai dengan saat ini. Ini menandakan vaksinasi ternak sapi di Gorontalo sudah berprogres dengan baik," ungkap Ramdhan, Jumat, 8 Menit 2026.

"Vaksin ini untuk ternak-ternak yang sehat, bukan untuk yang sakit. Kenapa?, karena vaksin ini dimaksudkan untuk menjaga ternak-ternak kita terbebas dari serangan virus atau penyakit," tambahnya.

Ramdhan menambahkan, vaksinasi terhadap ternak sapi akan terus dimasifkan di setiap kabupaten/kota. Di samping itu, menyambut perayaan Iduladha 1447 hijriah, pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan kesehatan hewan. Ramdhan menjelaskan, pihaknya akan membentuk tim khusus yang melakukan kunjungan langsung ke kelompok peternak guna memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan disembelih saat Idul Adha.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam menyambut Hari Raya Idul Adha dengan ketersediaan hewan kurban yang sehat dan layak.

"Kalau sudah mendekat lebaran itu kita sudah ada tim untuk melakukan verifikasi, pengawasan atau pengecekan terhadap ternak. Kita akan mengunjungi kelompok-kelompok peternak misalnya seperti di Pulubala. Langkah ini diharapkan dapat melindungi masyarakat mendapatkan atau mengonsumsi hewan ternak yang sehat," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....