Kasus HIV di Gorontalo Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci

  • 30 Apr 2026 08:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Peningkatan kasus HIV di Provinsi Gorontalo pada tahun 2026 menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo terus mendorong upaya pencegahan melalui penguatan deteksi dini guna menekan potensi penularan yang lebih luas di masyarakat.

Pengelola Program Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Mohammad Ramdan Ismail, menjelaskan bahwa penanganan HIV mengacu pada prinsip utama pencegahan dan pengendalian penyakit, yakni deteksi, pencegahan, dan respons.

Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah penting yang terus digaungkan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, termasuk dalam penanganan penyakit menular seperti HIV.

“Secara data di Provinsi Gorontalo tahun 2025 kami bahkan tidak capai target penemuan. Target kami itu 425 kasus, namun hanya ditemukan 232 kasus. Sementara tahun 2024 ditemukan 254 kasus,” ungkap Ramdan.

Ia menegaskan, target penemuan kasus bukan sekadar angka, melainkan bagian dari upaya menemukan penderita lebih awal agar dapat segera diberikan pengobatan. Dengan demikian, risiko penularan HIV secara masif dapat ditekan.

Belum tercapainya target tersebut menunjukkan masih adanya kasus yang belum terdeteksi di masyarakat. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan secara sukarela.

Dinas Kesehatan pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan tes HIV sebagai langkah preventif. Selain melindungi diri sendiri, deteksi dini juga berperan penting dalam melindungi orang lain dari risiko penularan.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menekan laju peningkatan kasus HIV di Gorontalo ke depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....