Peringatan Hari Otonomi Daerah Momentum Penting Memperkuat Kemandirian Daerah
- 28 Apr 2026 00:27 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Peringatan hari otonomi daerah (OTDA) ke-30 tahun 2026 menjadi momentum penting bagi setiap daerah di Indonesia dalam mewujudkan kemandirian daerah dengan mengelola dan memanfaatkan segala potensi lokal yang ada. Langkah tersebut penting agar setiap daerah tidak terus bergantung pada dana transfer pemerintah pusat dan berbagai harapan masyarakat bisa dipenuhi.
Hal ini ditekankan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, pada upacara peringatan hari otonomi daerah (OTDA) tingkat Kabupaten Gorontalo, Senin 27 April 2026. Upacara tersebut diikuti jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
"Peringatan hari OTDA tahun 2026 mengusung tema dengan otonomi daerah, kita wujudkan Asta Cita. Tema tersebut mengandung makna yang melambangkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal untuk mewujudkan Asta Cita yang merepresentasikan harapan bangsa Indonesia," tuturnya.
Sofyan juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Singkronisasi program pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional ke depan.
"Sebagaimana ditegaskan bapak Presiden, kesatuan visi, arah kebijakan strategis, serta langkah implementasi yang singkron dan berkelanjutan di setiap tingkatan, menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045," tegas Bupati.
Sofyan menambahkan, terdapat beberapa hal strategis yang perlu jadi perhatian besar baik di tingkat pusat dan daerah saat ini. Salah satunya program kerja prioritas nasional yang meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan angka kemiskinan.
"Lebih spesifik, program yang hendak ingin dicapai antara lain pengelolaan sampah menjadi energi listrik, rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Sumatera, dan pembentukan 80.000 koperasi desa/kelurahan merah putih," jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....