Strategi Adaptif Disparekrafpora Gorontalo Hadapi Efisiensi
- 27 Apr 2026 19:39 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo menerapkan strategi dan inovasi adaptif dalam menghadapi efisiensi anggaran dengan menitikberatkan pada program prioritas lintas sektor.
Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus direspons dengan langkah yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Hal ini tidak hanya berlaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga mencakup penguatan kepemudaan dan olahraga.
Salah satu fokus utama adalah penguatan pembinaan dan pendampingan melalui inkubasi talenta muda kreatif. Program ini tidak hanya mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kapasitas generasi muda dalam berbagai bidang, termasuk kewirausahaan, kepemimpinan, dan inovasi.
“Melalui inkubasi, kita tidak hanya membina, tetapi juga memastikan talenta muda memiliki ruang tumbuh, akses pasar, serta kemampuan beradaptasi di berbagai sektor,” ujarnya.
Selain itu, strategi juga diarahkan pada pemanfaatan fasilitas yang ada secara optimal untuk mendukung kegiatan olahraga masyarakat (sport tourism), termasuk penggunaan kawasan perkantoran sebagai ruang aktivitas olahraga yang produktif dan bernilai ekonomi.
Di bidang kepemudaan, Disparekrafpora mendorong kolaborasi dalam pengembangan desa kreatif pemuda sebagai pusat aktivitas produktif yang mengintegrasikan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, serta kegiatan sosial dan olahraga berbasis komunitas.
Khusus sektor pariwisata, Disparekrafpora menekankan pentingnya perbaikan tata kelola destinasi wisata unggulan guna meningkatkan kualitas layanan dan daya saing. Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi dan kerja sama pariwisata terintegrasi antara Gorontalo dengan wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga Bali.
Keterlibatan lintas daerah ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas konektivitas dan promosi wisata Gorontalo. Selain itu, penyelenggaraan event juga didorong berbasis kolaborasi hexahelix dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, serta penguatan pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) yang terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif, kepemudaan, dan olahraga agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Pendekatan ini dinilai lebih efisien karena mengedepankan sinergi lintas sektor dan optimalisasi sumber daya yang tersedia tanpa bergantung pada anggaran besar, namun tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo mengarahkan agar pada masa efisiensi anggaran, setiap program yang dijalankan harus tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan strategi yang terintegrasi antara pariwisata, ekonomi kreatif, kepemudaan, dan olahraga, Disparekrafpora optimistis mampu mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Gorontalo, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....