PMI Kota Gorontalo Hadapi Kekurangan Darah, Donor Masih Minim
- 24 Apr 2026 09:28 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kota Gorontalo – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Gorontalo mengakui ketersediaan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) pada tahun 2026 masih menjadi persoalan, terutama pada saat bulan Ramadan kemarin.
Sekretaris PMI Kota Gorontalo, Irfan Gani, mengatakan kondisi kekurangan darah bukan hanya terjadi tahun ini, melainkan hampir setiap tahun dengan pola yang sama.
Menurutnya, bulan puasa menjadi salah satu faktor utama menurunnya jumlah pendonor, sehingga berdampak pada terbatasnya stok darah.
“Di Ramadan kemarin, stok darah memang cenderung menurun. Kami di UTD Kota sering kewalahan memenuhi kebutuhan,” ujar Irfan kepada RRI, Kamis 23 April 2026.
Ia menjelaskan, selama ini kegiatan donor darah masih didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lembaga tertentu. Namun, partisipasi tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan darah secara keseluruhan.
Bahkan, dalam satu kegiatan donor darah yang dilaksanakan di empat lokasi, PMI hanya berhasil mengumpulkan 69 kantong darah, jumlah yang dinilai masih jauh dari kebutuhan.
Untuk mengatasi hal tersebut, PMI Kota Gorontalo mulai mengarahkan strategi dengan memperluas sasaran donor ke masyarakat umum, tidak lagi bergantung pada kegiatan instansi semata.
Selain itu, PMI juga akan mengoptimalkan peran pengurus di tingkat kecamatan untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya donor darah.
“Kami akan lebih intensif turun ke masyarakat, karena donor darah ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga kemanusiaan,” tambahnya.
PMI berharap melalui langkah tersebut, kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela dapat meningkat, sehingga ketersediaan darah di Gorontalo tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....